RADAR JOGJA – Komisi C DPRD DIJ melakukan inspeksi mendadak preservasi jalan, Selasa (9/6). Tepatnya di sepanjang jalan Karangnongko Kulonprogo-Jombor-Maguwoharjo dan tempat rekonstruksi jalan Milir Sentolo Kulonprogo.

Wakil Ketua Komisi C Gimny Rusdin Sinaga meminta agar proses pemeliharaan jalan dilakukan dengan sebaik mungkin. Sebab dia mengaku sering menjumpai kondisi jalan yang sudah miring, padahal baru tiga bulan diperbaiki.

Wakil Ketua DPRD DIY Suharwanto pun menyampaikan kepada Satker PJN Wilayah DIJ untuk terus bersinergi saling menguatkan memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa jalan yang baik. Suharwanto juga mengingatkan agar tidak terjadi kesenjangan antara jalan nasional, jalan provinsi dan jalan kabupaten.

“Keberadaan jalan nasional sangat mepengaruhi pelintasan jalan di sekitarnya. Jalan adalah sebuah jaringan, jaringan jalan nasional jalan propinsi dan jalan kabupaten saling berhubungan. Oleh karena itulah kita harus berusaha, saling sinergi agar tidak terjadi kesenjangan. Jangan sampai jalan basional baik, jalan provinsi baik tetapi jalan kabupaten jelek,” terang Suharwanto dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6).

Pasca beroperasinya Yogyakarta International Airport, program selanjutnya adalah bedah Bukit Menoreh dan penyelesaian Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS). Anggota Komisi C Lilik Syaiful Ahmad menilai kondisi jalan yang baik akan memberikan pengaruh yang bagus pada sektor lainnya seperti pariwisata, perekonomian dan lain sebagainya.

“Jalan Jogja-Sentolo-Wates juga masih kurang lebar untuk mendukung keberadaan bandara YIA. Jalan ini masih kurang lebar sehingga rawan terjadi kemacetan di sini,” tandasnya.

Sementara itu PPK Preservasi Jalan Karangnongko – Jombor- Maguwoharjo Setiawan Wibowo menyebutkan, paket preservasi jalan ini nilai kontraknya sebesar Rp 17 Miliar. Pengerjaannya meliputi  pemeliharaan rutin jalan ruas jalan arteri utara, ruas jalan Toyan batas Kota Wates, pengerjaan drainase Kulonprogo dan pekerjaan berkala jembatan Bantar Baru. Untuk proses rekonstruksi jalan di Milir Sentolo progresnya telah mencapai 78 persen.

“Progres rekonstruksi jalan di Milir Sentolo Kulonprogo sebagai jalan pendukung Bandara telah mencapai 78 persen dengan nilai kontrak 6,4 milyar. tinggal penyelesaian dan merapikan,” jelasnya. (sky/tif)

Pemerintahan