RADAR JOGJA – Komisi A DPRD DIJ didampingi Wakil ketua DPRD DIJ Anton Prabu Semendawai mengunjungi posko perbatasan DIJ-Jawa Tengah di kecamatan Loano Kabupaten Purworejo Jawa tengah pada Kamis (28/5). 

Melalui keterangan tertulisnya Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto menjelaskan, dalam peninjauan tersebut pihaknya menekankan perlunya sosialisasi dan edukasi dalam segala hal terkait pengananan Covid-19. Terutama perilaku hidup sehat dan bersih. Terlebih Pemprov DIJ memperpanjang status tanggap darurat hingga 30 Juni. 

“Nah, kebijakan ini juga harus disosialisasikan ke semua lini hingga ke desa desa perbatasan, juga edukasi ke masyarakat tentang penguatan budaya bersih dan sehat, karena masa ini juga menjadi masa penting untuk meningkatkan kualitas pola hidup sehat masyarakat, sehingga kita akan menjadi masyarakat yang sehat dan bersih,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Eko, pemerintah dalam periode tanggap darurat harus memperhatikan sarana dan prasarana bagi posko-posko yang ada di perbatasan. Sehingga para petugas yang ada menjadi contoh pola hidup sehat.

Camat Loano Laksana Sakti yang menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan lima posko di perbatasan wilayah, tiga di antaranya berbatasan langsung dengan DIJ.

“Posko-posko yang berbatasan dengan DIJ kami koordinasikan bersama sehingga prosedur penanganan nya juga terkoordinasi selama 24 jam,“ jelasnya.

Dari catatan pantauan kendaraan kendaraan yang melintas di perbatasan wilayah, terdapat 1.592 pemudik melintas sesuai dengan protokol dan diminta melakukan tes kesehatan.

Wakil ketua DPRD DIJ Anton Prabu Semendawai dan Wakil ketua Komisi A DPRD DIJ Suwardi mengapresiasi langkah Pemkab Purworejo. Karena koordinasi antarwilayah penting dalam menjaga status wilayah dari penyebaran Covid -19.

“Di posko yang kami tinjau ini ada banyak organisasi yang ikut terjun langsung ada Banser, karangtaruna, Linmas, Tagana, dan unsur-unsur organisasi dari desa hingga kecamatan,” ujar Suwardi. (sky/tif)

Pemerintahan