RADAR JOGJA – Komisi C DPRD DIJ mendesak pemerintah untuk segera mencairkan dana yang telah diprogramkan untuk kegiatan posko Covid-19 di pintu masuk wilayah DIJ. Kebutuhan anggaran untuk keperluan alat serta operasional posko.

“Kami sudah berkeliling ke beberapa posko dan saat ini diperlukan kerja cepat untuk mencairkan anggaran mengingat operasional sudah dilaksanakan dan ini untuk mendukung kinerja petugas yang ada di lapangan,” ungkap wakil ketua Komisi C DPRD DIJ Gimny Rusdin Sinaga usai kunjungannya ke posko pantau di Tempel, Sleman (4/5).

Kepala Dinas Perhubungan DIJ Tavip Agus membenarkan bahwa posko pantau memerlukan anggaran guna mendukung operasionalnya. Tavip menyebutkan dalam satu bulan terakhir tercatat 85.876 kendaraan yang yang terperiksa dan masuk DIJ. Sebanyak 1.433 kendaraan di antaranya berasal dari Zona Merah. Diperkirakan akan meningkat mendekati hari raya Idul Fitri.

Petugas memeriksa mobil-mobil yang masuk DIJ sesuai dengan protokol yang ada. Jika ditemukan pengendara atau orang yang tidak memakai masker, petugas hanya bisa mengimbau untuk menggunakan masker.

“Seharusnya kami siap dengan masker karena kami bisa langsung meberikan kepada pengemudi, dan ini sebenarnya negara harus hadir dalam hal ini, hanya sayangnya saat ini dana untuk pembelian masker belum juga cair jadi ya hanya sebatas mengimbau,” ungkapnya.

Fasilitas di posko sudah tersedia, hanya saja menurut dia belum maksimal.

“Kami baru memiliki alat pengukur suhu, serta obat-obatan yang ada di posko kesehatan, sedangkan APD termasuk masker masih harus menunggu, terangnya, dan saat posko dibantu TNI dan Polri, serta Pol PP,” ujarnya. (sky/tif)

Pemerintahan