RADAR JOGJA – Sekretaris Provinsi (Sekprov) Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji siap menjalankan instruksi larangan mudik dari pemerintah pusat. Hanya saja dia meminta ada ketegasan dari wilayah keberangkatan untuk tidak meninggalkan wilayah episentrum Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Menurutnya, pencegahan lebih optimal dari daerah keberangkatan. Untuk kasus ini, wilayah tujuan hanya menjadi penerima kedatangan. Sehingga tidak bisa melarang sepenuhnya untuk masuk ke wilayah Jogjakarta.

“Ada larangan dari presiden terhadap pemudik saya kira bagus saja. Bisa membatasi kedatangan banyak orang. Tapi idealnya memang dari daerah asal keberangkatan diperketat agar warganya tidak mudik,” jelasnya ditemui di Kantor Sekprov Komplek Kepatihan Pemprov DIJ, Selasa (21/4).

Fakta di lapangan menyebutkan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai berdampak pada Jogjakarta. Volume jalan raya mulai berkurang dibanding hari normal. Terlebih untuk kendaraan yang berasal dari wilayah DKI Jakarta.

Hanya saja tetap ada kedatangan dari luar daerah. Disatu sisi Gugus Tugas tidak bisa sepenuhnya melarang kedatangan para pemudik. Terlebih Jogjakarta hingga saat ini memang tidak menerapkan PSBB.

“Ya sebetulnya kalau melarang mereka masuk ke sini juga bukan perkara mudah. Karena mereka sudah sampai. Sebetulnya paling urgent justru yang berangkat itu tidak boleh keluar,” katanya.

Skema saat ini adalah penerapan isolasi 14 hari. Pendatang juga wajib melengkapi diri dengan surat kesehatan. Seluruh pendatang dari luar Jogjakarta otomatis berstatus orang tanpa gejala (OTG). 

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIJ ini turut mempertimbangkan munculnya aksi curi start mudik. Terlebih dalam sebulan ini mulai memasuki musim mudik lebaran. Artinya akan banyak kedatangan pendatang dari berbagai wilayah menuju Jogjakarta.

“Tentu nanti berbeda kalau sudah mendekati lebaran, ditakutkan ada yang curi start. Kalau kemudian larangan yang diselenggarakan membatasi jumlah kendaraan luar kota ke Jogjakarta, saya kira itu jauh lebih mudah,” ujarnya.

Kabid Humas Polda DIJ Kombespol Yuliyanto memastikan jajarannya siap bekerjasama dengan Gugus Tugas Covid-19 DIJ. Berupa pendataan pendatang yang berasal dari episentrum Covid-19. Termasuk mengawasi di lingkungan kampung halaman.

“Kami mengikuti aturan yang sudah berlaku saja. Kalau misalkan tetap datang, ya harus tertib ikuti imbauan tim Gugus Tugas Covid-19. Ini demi kebaikan bersama,” katanya. (dwi/tif)

Pemerintahan