JOGJA – Dibangun sejak 28 Januari lalu, lokasi lapak relokasi pedagang Pasar Prawirotaman mendekati final. Jumlah lapak yang dibangun pun disesuaikan dengan jumlah pedagang pasar, sebanyak 619.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKUP) Kota Jogja Agus Tri Haryono mengatakan pembangunan lokasi relokasi pedagang pasar Prawirotaman sudah lebih dari 80 persen. Berdasarkan perhitungan kontrak kerja waktu pembangunan 45 hari kalender. Jika dikalkulasikan maka pasar siap operasional mendekati 14 Maret.

“Rencana awal penyerahan lapak pertengahan Maret. Untuk pemeliharaan lokasi relokasi menjadi kewenangan kami (DPUPKP) dan Disperindag (Dina Perindustrian dan Perdagangan) Kota Jogja,” jelasnya belum lama ini.
Lokasi relokasi yang menghabiskan dana Rp 1,41 miliar itu akan memiliki fasilitas lengkap. Tidak hanya lapakuntuk pedagang. Namun adapula listrik, musala, kamar mandi dan tempat parkir. Total luasan lahan yang digunakan mencapai lima ribu meter persegi.

DPUPKP Kota Jogja menyedikan tiga jenis lapak pedagang. Mulai dari ukuran 1 meter X 1,25 meter, 1 meter X 1,5 meter dan 3 meter X 3 meter. Kategori ini berdasarkan jenis dagangan yang dijual. Terkait mekanisme pembagian merupakan wewenang Disperindag.

Terpisah Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Disperindag Kota Jogja Yunianto Dwi Sutono memastikan seluruh pedagang mendapatkan lapak. Berdasarkan data terbaru, jumlah pedagang pasar Prawirotaman mencapai 619.
Yunianto mengungkapkan seluruh pedagang mengetahui rencana relokasi. Pertimbangannya kondisi pasar lama sudah tidak kondusif. Selain fisik, beberapa fasilitas juga tidak berfungsi optimal.“Kami juga sosialisasi ke warga atau pengunjung pasar. Jadi nanti sudah tahu kalau pertengahan Maret pedagang akan pindah ke lokasi sementara,” jelas mantan Kepala kantor Taman Pintar itu.

Terkait retribusi, Disperindag menerapkan kebijakan khusus. Iuran wajib bulanan akan dikenakan setengah tarif. Sementara untuk pembagian lapak, sesuai zona barang dagangan. Boyongan pedagang, lanjut Yun, dilakukan secara bertahap. Pertimbangannya adalah banyaknya jumlah pedagang mencapai 691. Dia memprediksi proses boyongan pedagang pasar memakan waktu lima hingga tujuh hari. “Tetap kami yang atur, ada batas-batas yang sudah terpasang. Pembagian diatur tergantung kategori kios atau lapaknya,” ujarnya. (dwi/pra/mg4)

Pemerintahan