BANTUL – Rapat paripurna (rapur) di gedung DPRD Bantul Jumat (8/3) jauh dari harapan. Sebab, rapur dengan agenda Penyampaian Penjelasan Raperda Prakarsa Bupati Triwulan I Tahun 2019 itu hanya dihadiri kurang dari separo anggota dewan. Dari total 45 anggota parlemen, hanya 16 di antaranya yang hadir tepat waktu. ”Hadir 16 orang, izin dua orang, dan 27 tidak hadir,” jelas Sekretaris DPRD Bantul Prapta Nugraha membacakan daftar absensi saat rapur dibuka.

Namun, daftar absensi itu berubah. Usai rapur, jumlah anggota dewan yang menandatangani daftar hadir bertambah tiga orang. Alias menjadi 19 orang. Artinya, tiga anggota DPRD hadir saat pertengahan rapur. Dari pantauan Radar Jogja, Fraksi PDI Perjuangan menjadi penyumbang wakil rakyat yang mbolos terbanyak. Dari 12 anggota, hanya dua yang hadir. Yakni, Pramu Diananto Indratriatmo dan Sugeng Sudaryanta. Meski begitu, fraksi terbesar di dewan itu masih ”kalah” dibanding Fraksi PKB. Lantaran tak ada satu pun anggota fraksi partai yang dibidani Gus Dur itu hadir.

Sedangkan anggota Fraksi Partai Gerindra dan Fraksi PAN yang hadir masing-masing empat orang; Fraksi Partai Golkar tiga orang; Fraksi PPP tiga orang; Fraksi PKS satu orang; dan Fraksi Nasional Bintang Demokrat dua orang.
Wakil Ketua I DPRD Bantul Nur Subiyantoro mengungkapkan, fenomena banyaknya anggota dewan yang mbolos bukan hal baru. Saking seringnya, pelaksanaan rapur yang mengharuskan kuorum kerap mundur hingga dua jam lebih. Sebab, pimpinan DPRD harus menunggu kehadiran anggota dewan lainnya. ”Kalau tidak harus kuorum langsung saya mulai. Seperti rapur tadi,” katanya.

Politikus Partai Gerindra ini menduga sebagian koleganya di parlemen itu mbolos lantaran lebih aktif berkampanye. Sebagai sesama calon legislatif petahana, Nur bisa memaklumi kesibukkan mereka. Namun, sebagai unsur pimpinan, bekas lurah Pleret ini berharap anggota DPRD periode 2014-2019 tetap memprioritaskan kegiatan kedewanan. ”Toh, ketemu masyarakat bisa dilakukan sore atau malam hari,” sarannya. (zam/mg4)

Pemerintahan