RADAR JOGJA- Kubu Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) akan menggelar konferensi pers bertema ‘Kongres Luar Biasa Kembalikan Partai Demokrat Yang Demokratis’,  di Hambalang Sport Center, Bogor, Jawa Barat ,Jumat siang (26/3).

Partai Demokrat menilai konferensi pers itu dibuat sebagai bentuk frustrasi dan menutupi rasa malu.

“Menanggapi rencana konferensi pers gerombolan-nya Moeldoko di Hambalang siang ini, Partai Demokrat menegaskan bahwa konferensi pers ini merupakan bentuk frustasi dan upaya menutupi rasa malu kepada peserta KLB abal-abal dan khalayak luas, DPD Demokrat DIJ  mendukung langkah langkah dari DPP Partai Demokrat,” kata Ketua DPD Demokrat DIJ Heri Sebayang  melalui Pres Rilis yang dikirimkan ke redaksi.

Menurutnya, kubu Moeldoko mau mengalihkan isu dari rentetan kegagalan upaya kebohongan publik yang dilakukan selama dua minggu terahir.

“Pertama, katanya pasca KLB abal-abal akan segera memasukan berkas ke Kemenkum HAM. Faktanya, butuh waktu lebih dari seminggu untuk mengajukan,” ujarnya.

Kedua, laporan Marzuki Alie ke Bareskrim Polri ditolak. Ketiga, laporan Moeldoko ke Polda Metro Jaya juga ditolak.

“Terakhir, gugatan Marzuki Alie dan kawan-kawan ke PN, dicabut karena ketidakyakinan mereka terhadap legal standing,” ucapnya.

Heri menambahkan, Partai Demokrat akan tetap fokus menunggu sikap Kemenkum HAM untuk menggugurkan permohonan gerombolan KLB abal-abal. Sebab, tidak memenuhi persyaratan hukum yang diatur dalam Permen Kumham dan bertentangan dengan konstitusi Partai.

Kemudian, menggugat perbuatan melawan hukum yang di ajukan ke Pengadilan Negeri  Jakarta Pusat terhadap Jhony Allen, Darmizal, Marzuki Alie cs atas penggunaan atribut Partai Demokrat dan pelaksanaan KLB yang bertentangan dengan hukum.

“Kami mengajak publik untuk tidak terpengaruh atas upaya pengalihan isu yang dilakukan para pelaku ‘Begal Politik’. Mari kita selamatkan demokrasi dari para pelaku ‘Begal Politik’ yang terus menebar fitnah dan hoaks,” pungkasnya.

Parlementaria