RADAR JOGJA- Kisruh di tubuh Partai Demokrat (PD) berimbas ke daerah termasuk di Sleman. Untuk menekan munculnya kekisruhan lebih parah lagi,  dilakukan perombakan struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Sleman.

Freeda Mustikasari saat ini bertugas menjabat Plt Ketua DPC Demokrat Sleman menggantikan ketua DPC lama yakni Drs Sarjono.

Freeda menuturkan, berdasarkan hasil SK DPP Partai Demokrat Nomor : 46 /SK/DPP.PD/DPC/tix /2021, pihaknya mendapatkan amanat menjadi Plt Ketua DPC PD Sleman menggantikan ketua terdahulu Sarjono.

Adapun SK ditandatangani pada 8 Maret di Jakarta oleh Ketum AHY dan Sekjen Teuku Riefky Harsya. Ditambahkannya  Penggantian ini juga berdasar Nota Dinas BPOKK DPP Partai Demokrat Nomor: 590/ND/BPOKKPD/111 /2021 tanggal 4 Maret 2021, tentang Usulan Penunjukan Pelaksana Tugas Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat karena Sarjono terbukti terlibat dalam Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) yang jelas bertentangan dengan AD/ART dan Kode Etik Partai Demokrat.

Freeda menuturkan, “Dalam surat tertulis Sarjono sebagai Ketua DPC PD Kabupaten Sleman telah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan AD/ART Partai Demokrat, Kode Etik dan Keputusan-keputusan Partai sehingga pihaknya mendapat sanksi berupa pemberhentian dan pemecatan sebagai ketua DPC Demokrat.

Dengan demikian Kepengurusan DPC  Demokrat Kabupaten Sleman Periode 2018-2023 diberhentikan dan dinyatakan tidak berlaku lagi,” katanya  Rabu (17/3).

Penunjukkan Plt juga dilatarbelakangi kepentingan dan kelangsungan roda organisasi DPC Partai Demokrat Kabupaten Sleman agar tetap berjalan dengan baik. “Hal yang harus saya lakukan adalah berkonsolidasi di tingkat PAC dan ranting. Dari 17 PAC se Sleman.

Saya juga berencana memetakan lebih lanjut PAC mana saja yang masih berkomitmen dan ketika ada yang mulai menunjukkan pembelotan siap untuk memotong. Ibarat penyakit kita tracing dan potong mana yang terkena supaya tidak menulari yang lain. Selama ini 17 PAC menyatakan komitmen dukung AHY hanya fakta dilapangan masih akan dikonsolidasi ulang,” jelasnya.

Parlementaria