RADAR JOGJA- Dua Ketua DPC Demokrat DIJ dipecat karena disebut membelot dari aturan partai. DPD Demokrat DIJ  pun masih terus mencari siapa saja kader yang mendukung Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang untuk diberi sanksi tegas.

Ketua DPD Demokrat DIJ, Heri Sebayang, mengatakan mereka yang dipecat yakni Ketua DPC Sleman dan Bantul. “Dua-duanya ketua, dipecat karena membelot. Hadir dalam KLB. Tidak taat dengan aturan partai,” kata dia di kantor Kemenkumham DIJ Rabu (10/3).

Heri mengatakan pihaknya masih mencari satu orang lagi yang dicurigai hadir dalam KLB yang menjadikan Moeldoko ketua umum tersebut. Dirinya juga akan mencari kader lain yang juga terlibat. “Kami akan cari, siapa yang membelot kami pecat. Ada satu orang lagi, (DPC) Kulonprogo. Ketua juga,” katanya.

Heri beserta sejumlah pengurus jajaran DPD DIJ  dan DPC mendatangi kantor Kemenkumham DIJ untuk menyerahkan berkas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat.

“Didampingi pengurus DPC, DPD, dan anggota dewan, kami serahkan berkas AD/ART Partai Demokrat yang sah. Tidak seperti AD/ART yang tiba-tiba diubah di (KLB) Deli Serdang,” katanya.

Heri menambahkan, “Keputusan pengesahan partai memang ada di Kemenkumham tingkat pusat. “Namun kami di daerah tetap melakukan komunikasi dengan (instansi) yang terkait politik, yaitu KPU dan Kakanwil (Kemenkumham),” tambahnya.

Heri meminta pemerintah menolak KLB di Deli Serdang yang hasilnya menyatakan Moeldoko sebagai ketua umum. “Pemerintah supaya menolak hasil KLB di Deli Serdang karena (penyelenggaranya) senior-senior itu sudah dipecat,” katanya.

Heri menyayangkan KLB itu dan tetap solid mendukung hasil kongres di Jakarta tahun lalu yang memutuskan AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

“Kami sayangkan karena keterlibatan pihak eksternal, KSP Moeldoko. Karena keterlibatan eksternal KSP Moeldoko, kami di daerah seluruh Indonesia solid melawan itu. Ketua umum yang sah hasil Kongres di Jakarta, AHY,” ujarnya. (*)

Parlementaria