Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wantimpres Jangan Jadi Rumah Para Senior

B
Penulis: Bahana.❯
Guru Besar Ilmu Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Djohermansyah Djohan
Guru Besar Ilmu Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Djohermansyah Djohan

Advertisement

 JAKARTA — Guru Besar Ilmu Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Djohermansyah Djohan mengingatkan agar Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tidak berubah menjadi sekadar “rumah para senior” atau tempat berkumpulnya tokoh-tokoh yang telah selesai dari jabatan publik.

Menurut Djohermansyah, Wantimpres seharusnya menjadi ruang bagi Presiden Prabowo Subianto untuk memperoleh second opinion atau pandangan kedua yang kritis, independen, berbasis keahlian, dan berani menyampaikan advis terhadap kebijakan yang berpotensi keliru.

“Presiden tidak membutuhkan 26 orang untuk mengangguk. Presiden membutuhkan orang yang dapat menunjukkan di mana letak risikonya,” kata Djohermansyah dalam pandangannya, Minggu (4/10/2026).

Advertisement

Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (2/10/2026) melantik 26 anggota Wantimpres. Pratikno ditunjuk sebagai ketua, Hatta Rajasa sebagai wakil ketua, dan Muhammad Qodari sebagai sekretaris.

Komposisi Wantimpres tersebut berasal dari beragam latar belakang, antara lain akademisi, tokoh agama, mantan menteri, politisi, mantan kepala daerah, purnawirawan TNI dan Polri, pengusaha, serta tokoh masyarakat.

Djohermansyah menilai keberagaman tersebut dapat menjadi kekuatan apabila benar-benar digunakan untuk memperkaya perspektif Presiden dalam mengambil keputusan.

Advertisement

Namun, keberagaman latar belakang saja tidak cukup.

“Masalahnya bukan senior atau junior. Masalahnya adalah apakah mereka mampu menjadi pengkritik internal yang konstruktif bagi Presiden,” ujarnya.

Jangan Mengulang Model Lama

Djohermansyah mengingatkan agar Wantimpres tidak mengulang pola lembaga penasihat pada masa lalu yang lebih banyak berisi tokoh-tokoh senior.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Anggota Parlemen Malaysia Sentil Prabowo Pakai Bahasa Jawa, Desak Indonesia Serius Atasi Karhutla

Anggota Parlemen Malaysia Sentil Prabowo Pakai Bahasa Jawa, Desak Indonesia Serius Atasi Karhutla

Anggota parlemen Malaysia Kalam Salan menggunakan bahasa Jawa untuk mendesak Presiden Prabowo menangani karhutla dan kabut asap lintas batas.

Bentuk Ditjen Pesantren di Kemenag, Prabowo Buktikan Komitmen di Hari Santri 2026

Bentuk Ditjen Pesantren di Kemenag, Prabowo Buktikan Komitmen di Hari Santri 2026

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan selamat Hari Santri 2026 dan menegaskan komitmen pemerintah memperkuat pesantren. Salah satu buktinya adalah pembentukan Ditjen Pesantren di Kemenag.

Anggota Parlemen Malaysia Berbicara Bahasa Jawa, Desak Prabowo Padamkan Api Karhutla

Anggota Parlemen Malaysia Berbicara Bahasa Jawa, Desak Prabowo Padamkan Api Karhutla

Anggota parlemen Malaysia Kalam Salan berbicara bahasa Jawa di sidang Dewan Rakyat. Ia mendesak Presiden Prabowo Subianto segera padamkan kebakaran hutan. Kabut asap terus menyiksa warga dua negara. Baca kisahnya ini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer