Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kepahlawanan: Pilihan yang Tak Pernah Usang  

B
Penulis: Bahana.❯

 


Advertisement

Photo
Photo

Fx. Wahyu Widiantoro, Staf Pengajar Psikologi UP45

Semangat "Rawe-rawe rantas, malang-malang putung" yang menggetarkan jiwa para pejuang kemerdekaan dahulu kini seakan bergema samar di tengah hiruk-pikuk modernitas.

Advertisement

Di setiap tanggal 10 November, kita diingatkan kembali pada makna mendalam dari pengorbanan para pahlawan yang telah mengukir jejak keberanian mereka dalam lembar sejarah bangsa.

Namun, pertanyaan yang menggelitik: Sudahkah kita memaknai kepahlawanan dalam konteks kekinian?

Kepahlawanan bukanlah warisan yang membeku dalam bingkai sejarah. Ia adalah api yang harus terus menyala dalam dada setiap insan, menghangatkan nurani untuk bertindak melampaui kepentingan pribadi.

Advertisement

Di era ketika materialisme dan pragmatisme menjadi panglima, kita justru dihadapkan pada tantangan untuk memaknai ulang esensi kepahlawanan dalam bentuknya yang paling murni.

Teori motivasi (Hierarchy of Needs) mengajarkan bahwa dorongan untuk berbuat heroik seringkali berasal dari kebutuhan untuk mencapai aktualisasi diri dan memberikan kontribusi yang berarti bagi dunia.

Sementara itu, teori kepribadian (Big Five Personality Traits) menunjukkan bahwa individu dengan sifat seperti keberanian, empati, dan rasa tanggung jawab cenderung lebih mungkin untuk melakukan tindakan heroik.

Pemahaman ini menegaskan bahwa setiap individu, terlepas dari latar belakang dan status sosialnya, memiliki potensi untuk menjadi pahlawan dalam lingkup kehidupannya masing-masing.

Kepahlawanan modern tidak selalu tentang mengangkat senjata atau mengorbankan nyawa.

Ia hadir dalam kejujuran seorang pegawai yang menolak suap, dalam keteguhan seorang aktivis yang membela kelestarian lingkungan, atau dalam kesabaran seorang guru yang mendedikasikan hidupnya untuk mencerdaskan anak bangsa di pelosok negeri.

Tantangan terbesar kepahlawanan di era ini justru terletak pada pilihan-pilihan sederhana namun krusial dalam keseharian. Ketika korupsi menjadi "budaya", ketika ketidakadilan dianggap lumrah, dan ketika apatisme sosial dianggap wajar, di situlah ujian kepahlawanan yang sesungguhnya. Memilih untuk tetap berjalan di jalur kebenaran ketika banyak yang memilih jalan pintas adalah bentuk heroisme yang tidak kalah mulia.

Psikologi kepahlawanan mengajarkan bahwa tindakan heroik bukan sekadar dorongan impulsif, melainkan manifestasi dari kesadaran dan tanggung jawab sosial yang matang.

Keberanian untuk membela kebenaran, empati terhadap penderitaan sesama, dan keteguhan dalam memegang prinsip adalah karakteristik yang dapat dibangun dan dikembangkan dalam diri setiap orang.

Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia bukan hanya tentang mempertahankan batas-batas teritorial, tetapi juga menjaga nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi bangsa.

Ketika korupsi menggerogoti sendi-sendi negara, ketika ketidakadilan menciderai rasa kemanusiaan, dan ketika lingkungan dikorbankan demi keuntungan sesaat, di situlah kita dituntut untuk menjadi pahlawan-pahlawan baru.

Mari kita renungkan: Kapankah terakhir kali kita berani mengatakan "tidak" pada sesuatu yang salah? Berapa kali kita memilih bungkam ketika kebenaran perlu dibela? Setiap pilihan kita hari ini adalah batu pijakan menuju Indonesia yang lebih baik atau sebaliknya.

Kepahlawanan adalah pilihan yang tak pernah usang karena ia berakar pada nilai-nilai kemanusiaan yang universal dan abadi.

Dalam setiap tantangan yang kita hadapi, tersimpan kesempatan untuk menunjukkan keberanian, integritas, dan pengorbanan – nilai-nilai yang telah mengantarkan bangsa ini pada kemerdekaannya.

Semangat "rawe-rawe rantas, malang-malang putung" harus terus bergema, bukan hanya sebagai slogan, tetapi sebagai api yang menyala dalam setiap langkah perjuangan kita membangun bangsa.

 

 

 

Advertisement
Editor : Bahana.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer