Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Langgam Kemenangan Politik Muhaimin

A
Penulis: Amin Surachmad❯
NYAPRES: Dukungan Gus Muhaimin nyapres pada Pemilihan Umum Tahun 2024 datang dari Paguyuban Warga Pansela (Pantai Selatan) Kulonprogo. (Istimewa)
NYAPRES: Dukungan Gus Muhaimin nyapres pada Pemilihan Umum Tahun 2024 datang dari Paguyuban Warga Pansela (Pantai Selatan) Kulonprogo. (Istimewa)


Oleh: Luthfi Afif Azzaenuri * 


Advertisement

Barangkali, hampir semua orang sedang harap-harap cemas menunggu pengumuman siapa kira-kira calon wakil presiden (cawapres) dari tiga calon "narapati" paling populer hari ini. Sebagian orang ada yang sudah jenuh diujung penantian, mungkin juga ada yang penantianya terus berdegup kencang.

Maklum, sebab isu soal cawapres bukanlan isu yang murba, tetapi telah menjadi isu nasional yang dosisnya cukup fenomenal. Gagal memilih cawapres, bisa berakibat pada gagalnya kontestan dalam memenangkan pertarungan. Sehingga pilihan atas nama cawapres terbaik, adalah pilihan tentang hidup dan mati, tentang kebahagiaan dan kegetiran.


Sejauh ini, sudah banyak yang mendedikasikan dirinya menjadi cawapres. Dari yang malu-malu, hingga yang tegas mau. Dalam politik, kelihatannya, cukup strateginya yang rahasia, soal kemauannya harus tampak di muka.

Advertisement

Dari sekian cawapres yang tegas soal agenda, nama Muhaimin Iskandar (atau populer disebut Gus Muhaimin) adalah satu-satunya nama yang paling tegas mendedikasikan diri. Gus Muhaimin adalah nama lain dari sebuah definit.

Inspirasi politiknya jelas, bersumber dari adicita ulama dan kiai, aktivis jalanan hingga tatanan sistem pemerintahan, jaringan kuat dari berbagai lapisan dan kelas, intuisi politik yang sangat tajam, dan memiliki akar politik yang kokoh: Nahdlatul Ulama.


Orientasi dan partisipasi politik yang bersambung dengan para kiai dan ulama tersebut telah menjadikan PKB yang dinahkodai oleh Gus Muhaimin sebagai partai politik yang paling dekat dengan alamat keberkahan dan kesejahteraan.

Advertisement

Bagi sebagian orang -terutama yang tidak suka- mungkin semuanya tampak utopis. Tapi, dalam kenyataannya PKB adalah peranti yang diakui atau tidak paling sungguh-sunggu mendedikasikan diri dalam berkontribusi pada isu sosial kemasyarakatan dan keagamaan, memperjuangkan hak-hak dan kepentingan komunitas muslim dan minoritas secara seimbang, serta berusaha untuk membangun toleransi dan kerukunan antarumat beragama secara konsisten.


Pertanyaanya, apakah hanya isu itu yang menjadi prioritas PKB? tentu saja semua isu penting, dan PKB kompeten dalam menelateni berbagai isu strategis lainnya. Tetapi, basis dukungan yang kuat terutama dari kelompok Islam tradisional yang telah mengakar, juga perjuangan-perjuangan yang ditorehkan di ruang-ruang itu, menjadikan PKB dan Gus Muhaimin sebagai bahtera yang paling fasih dalam mengarungi medan tersebut.

Deklarasi para kiai dan ulama di berbagai penjuru Indonesia adalah bukti dari konsistensi itu. Kualitas jaringan ke berbagai kelompok strategis seperti pesantren dan kelompok keagamaan yang sejenis tidak bisa disamakan dengan kandidat lain.

Gus Muhaimin punya akar dan jiwa ihwal peran, kebutuhan, dan harapan para kiai, santri, dan pondok pesantren sejak lama. Seperti ada ikatan yang sangat kuat, yang mungkin hanya bisa dirasakan oleh mereka yang memiliki kultur dan akar tradisi yang sama.


Greg Barton (2023), dalam sebuah diskusi mengatakan bahwa dirinya sangat percaya di abad kedua Nahdlatul Ulama, PKB yang diketuai oleh Gus Muhaimin mempunyai peran yang sangat penting untuk kemajuan Indonesia ini. Di tengah negara yang majemuk, partisipasi politik PKB bukan sebuah kebetulan, tetapi takdir politik yang cukup inheren karena bertanggung jawab secara penuh untuk menjadi bagian dari kebangkitan bangsa dan negara yang membujur dari masa ke masa, dari generasi-ke generasi berikutnya.

Sehingga, wajar ketika dalam kontestasi politik kepercayaan publik terhadap kepemimpinan PKB hari ini semakin terbuka. Tak sedikit dari konstituen PKB juga datang dari luar internal konstituen NU. Ini terjadi karena mereka merasakan betul bentuk perjuangan politik PKB baik melalui instrumen kebijakan di pemerintahan maupun dampak kerja-kerja sosialnya secara langsung.


Pada tahap inilah, kepercayaan diri Gus Muhaimin untuk berkontestasi di gelanggang berikutnya menjadi terbuka lebar dan salah satu kandidat cawapres potensial yang sangat wajar dan cukup rasional. Benar bahwa Gus Muhaimin bisa direpresentasikan sebagai kandidat NU. Tetapi, diagnosanya tidak bisa tunggal dan parsial.

Gus Muhaimin berbeda dengan tokoh politik NU yang lain. Berbeda dengan KH. Ma’ruf Amin, Khofifah Indar Parawansa, dan tokoh-tokoh politik populer lainnya. Gus Muhaimin adalah sosok idiosinkratis yang khas dan unik. Kemampuannya begitu relevan dengan kebutuhan bangsa dan negara hari ini. Seperti ada gerak hati dari banyak tokoh dan masyarakat yang mengisyaraktkan bahwa dirinya pantas menduduki posisi politik yang paling strategis sekalipun.


Jika mau jujur, di usia PKB yang ke-25 ini, sesungguhnya kehadiran sosok Gus Muhaiminlah yang menjadi hadiah paling menarik bagi PKB itu sendiri. Dalam ikhtiar menuju cawapres, mungkin Gus Muhaimin adalah kandidat yang propabilitasnya cukup potensial mengarah pada kesuksesan.

Semacam jalur alternatif paling cepat menuju puncak kemenangan. Tentu begitu banyak publik yang sudah menunggu kabar gembira ini. Harapannya, bagi yang serius, tidak perlu terlalu lama untuk mendeklarasikan diri sebagai pasangan. “Seminggu adalah waktu yang lama dalam politik." Kata Harold Wilson (1991) dalam sebuah kesempatan. Lebih cepat lebih baik. Baik sosoknya, baik potensi kemenangannya.

* Wakil Sekretaris DPW PKB Daerah Istimewa Yogyakarta

Advertisement
Editor : Amin Surachmad
Sumber : Radar Jogja
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mengenal Ketua Komisi D DPRD DIY Dwi Wahyu Budiantoro, Menekuni Politik Berbekal Buku dan Pengalaman

Mengenal Ketua Komisi D DPRD DIY Dwi Wahyu Budiantoro, Menekuni Politik Berbekal Buku dan Pengalaman

Sebelum dikenal sebagai ketua Komisi D DPRD DIY, Dwi Wahyu Budiantoro lebih dahulu akrab dengan buku-buku politik. Ketertarikan yang tumbuh sejak muda itu membawanya menelusuri pemikiran tentang kekuasaan, demokrasi...

17 Ketua DPC Baru Dilantik, PAN Sleman Siap Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

17 Ketua DPC Baru Dilantik, PAN Sleman Siap Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Sleman mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029. Sebanyak 17 ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAN Sleman dilantik di Kantor DPD PAN Sleman ...

Perempuan Masih Hadapi Tantangan Struktural di Kancah Politik, Badan Kesbangpol DIY Terus Dorong Kes

Perempuan Masih Hadapi Tantangan Struktural di Kancah Politik, Badan Kesbangpol DIY Terus Dorong Kes

Keterlibatan perempuan dalam dunia politik masih menghadapi sejumlah tantangan. Mulai dari beban ganda pekerjaan domestik, budaya patriarki, hingga tingginya biaya logistik pemilihan umum. Faktor-faktor ini yang ...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer