STRATEGI branding yang tepat bisa membuat produk lebih mampu bersaing di pasaran. Apa saja contoh strategi yang tepat?

Ketika ingin membeli suatu barang, pastinya di benak kita akan langsung terlintas beberapa merek barang yang terkenal. Contohnya, ketika ingin membeli ponsel baru biasanya selalu identik dengan beberapa merek ponsel terkenal yang sudah banyak dijual di Indonesia.

Ketika mendengar merek ponsel baru yang belum familiar, kita cenderung merasa ragu untuk membelinya. Ilustrasi tersebut merupakan contoh dari kesuksesan sebuah brand dalam melakukan branding terhadap nama merk dan produknya.

Branding merupakan proses meneliti, mengembangkan, dan menerapkan fitur khusus ke perusahaan sehingga konsumen dapat mengasosiasikan brand dengan produk atau layanan perusahaan. Branding juga berfungsi sebagai daya tarik yang ditawarkan kepada konsumen agar tergiur membelinya. Dengan strategi yang tepat, branding bisa menjadi salah satu cara untuk menghadapi kompetitor dalam persaingan bisnis.

Terdapat beberapa strategi branding yang bisa kita manfaatkan, seperti sosial media, marketing digital, kolaborasi dengan brand lain, dan website. Tujuan dari branding adalah memperkenalkan identitas visual suatu merek kepada konsumen. Dengan begitu, ketika seseorang ingin membeli suatu produk, maka yang terlintas pertama kali adalah merk perusahaan yang berkaitan.

Ada beberapa strategi branding yang bisa dicoba untuk meningkatkan bisnis di era Endemi, berikut penjelasannya:

1. Sosial Media

Maraknya sosial media bisa dimanfaatkan sebagai tempat branding bagi bisnis. Saat ini, menurut riset Sirclo Insight dalam Navigating Indonesia’s E-Commerce: COVID-19 Impact & The Rise of Social Commerce menyebutkan bahwa aktivitas belanja menggunakan smartphone berada pada angka 95%.

Dengan rincian, 99% lewat marketplace, 51% website, dan 44% lewat sosial media. Angka yang disebutkan diatas bisa menjadi landasan untuk kita mengembangkan branding di sosial media.Misalnya, Instagram, Facebook, Twitter, dan TikTok yang mulai disasar banyak perusahaan sebagai medium bisnis.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengunggah konten seputar tips sukses dan cerita sukses dari klien mengenai dunia bisnis. Cara ini bisa menjadi salah satu konten pengisi di sosial media.Selain itu gunakan juga fitur audio visual seperti IGTV, Reels, dan TikTok untuk membahas tips dan trik penggunaan produk lewat video.

2. Digital Marketing

Akibat pandemi, seminar yang biasanya dilakukan secara langsung disuatu tempat dan dihadiri banyak orang kini menjadi webinar.

Webinar sama seperti seminar pada umumnya, hanya saja dilakukan secara online lewat zoom meeting misalnya. Strategi branding ini banyak dilakukan pelaku bisnis untuk tetap eksis dan menyampaikan pesan soal usaha bisnisnya.

Webinar bisa menjadi senjata untuk melakukan strategi branding. Kita bisa mengundang pembicara inspiratif yang berbicara banyak soal industri yang berkesinambungan dengan bisnis kita. Dengan begitu, akan banyak audiens yang tertarik jika tema dan pembahasannya sesuai yang mereka inginkan.

3. Kolaborasi

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa hidup sendiri Begitupun dengan urusan bisnis. Sebagai pegiat bisnis harus bisa bekerjasama dan berkolaborasi dengan orang lain. Bahkan, cara ini bisa meningkatkan branding bisnis kita jika strategi yang digunakan tepat sasaran. Beberapa cara bisa dilakukan, seperti menggabungkan dalam suatu paket bundling produk dengan produk dari brand lain dengan harga yang menarik.

Bekerjasama dengan brand lain untuk memberikan diskon atau promo, bahkan berkolaborasi menghadirkan produk baru demi menjangkau audiens kedua brand terkait.

4. Website

Strategi branding lain yang bisa dilakukan adalah dengan membuat tulisan mengenai tips dan trik di website.Tips dan trik atau informasi lainnya usahakan relevan dengan sektor bisnis kita agar terdapat kesinambungan antara tulisan dengan produk yang dijual. Tulisan yang dibuat gunakan teknik SEO & SEM dengan kata kunci yang relevan dan sering digunakan dalam topik bisnis terkait. Hal tersebut perlu dilakukan agar orang lain saat mengetikan kata kunci terkait di mesin pencarian Google, maka tulisan kita berada pada urutan teratas.

Lewat tulisan, kita dapat menggiring dan melakukan branding terkait kebutuhan bisnis. Selain itu, website juga bisa menjadi tempat kita berjualan. Jika kita memiliki website dengan tampilan menarik, hal itu bisa menjadi nilai tambah bagi para konsumen.

5. Brand Activation

Menurut Send Pulse, brand activation adalah acara, kampanye, atau interaksi dimana perusahaan mendorong pelanggan untuk melakukan tindakan terhadap produknya. Dengan kata lain, brand activation adalah sebuah kegiatan promosi yang dilakukan dengan mengajak pelanggan untuk mencoba atau merasakan langsung produk dari suatu merk. Cara ini bertujuan untuk menciptakan kesadaran merek, membangun hubungan yang langgeng dengan audiens, dan meningkatkan loyalitas pelanggan. Cara ini memungkinkan pelanggan untuk berinteraksi dengan perusahaan tertentu secara langsung.

6. Brand Imagery

Menurut Snowball, brand imagery mendefinisikan merek melalui visual yang digunakannya. Visual dalam hal ini dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti ilustrasi, media cetak, dan konten media sosial. Strategi branding ini adalah tentang bagaimana cara pelanggan melihat merek. Brand imagery juga mewakili produk dalam tampilan visual yang mudah diingat. Sebagai contoh, ketika kita melihat logo restoran cepat saji berwarna kuning yang membentuk simbol huruf M, tentu kita sudah tahu bukan restoran mana yang dimaksud?

7. Brand Voice

Pastinya kita sudah tidak asing lagi dengan kalimat ini “Just Do It!”, “Seleraku”, atau “Jagonya Ayam“. Kebanyakan orang ketika mendengar kalimat tersebut pasti akan langsung mengenali brand yang dimaksud. Bahkan, kita mungkin sampai hafal dengan nada kalimatnya. Slogan tersebut adalah contoh sukses dari penerapan strategi brand voice. Sebab, mayoritas konsumen akan langsung mengingat dan mengenali brand yang dimaksud hanya lewat jargon atau slogannya.

Menurut 99designs, brand voice adalah cara berkomunikasi dengan pelanggan dan ditentukan oleh gaya komunikasi yang unik. Strategi branding bisa ditujukan kepada pelanggan dengan gaya komunikasi apapun, selama mengandung nilai dan karakter yang khas dari bisnis kita.

Itulah 7 Strategi Branding yang akan meningkatkan bisnis di era Endemi. Pilihan strategi Branding , tentunya disesuaikan dengan kemampuan sumberdaya bisnis kita. (*/dwi)

Opini