RADAR JOGJA – Relawan Jurnal Indonesia melakukan webinar yang bertajuk Sosialisasi Aktivasi dan Setting DOI. Kegiatan ini dilakukan di platform online zoom dan ditayakan secara langsung melalui Youtube yakni Channel RJI. Narasumber dalam kegiatan webinar ini adalah Andri Kesmawan selaku Ketua Umum Relawan Jurnal Indonesia dan didampingi oleh rekannya yakni Candra Juni Cahyo sebagai moderator webinar. Tujuan webinar ini disellengarakan untuk membantu dalam peningkatakan pemahaman para pengelola jurnal untuk melakukan aktivasi artikel di Digital Object Identifier (DOI).

Andri Kesmawan selaku narasumber webinar mengutarakan bahwa ada 3 langkah untuk menempuh aktivasi artikel di DOI. Pertama, melalui WebDeposit di www.crossref.org yang dilakukan secara manual. Segala penginputan data yang berhubungan dengan artikel dilakukan secara mandiri atau manual. Mulai dari menginput alamat artikel, inisial, bahkan volume artikel.

“Penginputan artikel lewat WebDeposit yang dilakukan secara manual akan memiliki kemungkinaan peluang error yang tinggi” tutur Andri Kesmawan.

Cara yang kedua untuk mengaktivasi ke DOI adalah melalui pengunduhan XML di Open Journal System (OJS) sesuai dengan tipe OJS seperti OJS 2 atau OJS 3. Andri Kesmawan dalam webinar tersebut menjelaskan bahwa setiap para pengelola jurnal di institusi harus melakukan login sebagai Journal Manager di OJS masing masing . Setelah login , lakukan pemilihan di bagian Manage DOI dan pilih Download XML dibagian bawah.

Pada bagian tersebut Anda akan melihat artikel – artikel yang telah terbit di jurnal tersebut.Pilihlah beberapa artikel yang hendak dilakukan aktivasi DOI dengan memberikan tanda centang dan dibagian paling bawah jangan melakukan centang pada Valiadate XML. Bagian Manage DOI juga ditunjukkan status dari setiap artikel.

Bila pada status tertera yakni Not Deposited mengindikasikan bahwa artikel tersebut diaktivasi menggunakan XML. Dalam memaksimalkan aktivasi DOI melalui XML, para pengelola jurnal hendaknya tidak melakukan centang di bagian Valiadate XML before the export and registration karena akan terjadi error pada aktivasi DOI. Selain itu untuk mencegah error,Andri Kesmawaan (narasumber) juga memberikan saran yakni “nama jurnal harus sesuai dengan di ISSN”. (*/dwi)

Opini