RADAR JOGJA- Perkembangan efektifitas kinerja karyawan harus menyesuaikan dengan peningkatan kompetensi masa era global. Peningkatan produktifitas kerja karyawan perlu diimbangi dengan sistem penunjang yang efektif dan efisien, guna menunjang penilaian.

Penilaian kinerja dibutuhkan untuk proses evaluasi kerja lembaga atau lingkungan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia berguna untuk menghadapi persaingan yang terjadi dalam lingkungan kerja.

Dalam survey yang dilakukan Dosen Program Pascasarjana Program Studi Manajemen Administrasi Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Qurratul Aini penggunaan aplikasi e-KPI belum dimanfatkan untuk penilaian kinerja karyawan di rumah sakit.

Penilaian kinerja membantu mengetahui peningkatan kualitas pelayanan dalam periode tertentu sehingga memungkinkan adanya perencanaan kembali untuk menjaga kualitas layanan. Dalam kondisi sekarang ini diperlukan strategi untuk menghadapi persaingan rumah sakit yang ketat.

Penilaian harus berjalan dengan cepat, tepat dan akurat untuk mengimbangi persaingan dan perubahan kompetensi baik skala regional maupun nasional.

Penilaian kinerja karyawan dapat memanfaatkan media elektronik dan smartphone atau gadet untuk media penilaian. Selain tidak terpaku oleh waktu dan tempat pelaksananaan penilaian, pengumulan data akan lebih mudah dan terkoordinasi menjadi satu tempat.

Data yang sudah terkumpul melalui aplikasi akan lebih mudah dikelola oleh penanggung jawab pihak manajemen. Sistem penilaian akan dilaksanakan mulai dari setiap individu, teman sejawat atau rekan kerja, pihak atasan maupun penanggung jawab tertinggi setiap divisi.

Penilaian pada aplikasi berupa penilaian sikap disiplin baik keterlambatan masuk kerja, pelanggaran yang dilakukan selama periode tertentu, penilaian diri sendiri, karyawan trainer dan penilaian atasan.

Hasil penilaian dapat dicetak dan diberikan kepada karyawan untuk melakukan evaluasi mandiri. Data hasil penilaian juga dapat menjadi acuan untuk membuat strageti marketing dalam meningkatkan kualitas kinerja sumber daya manusia.

Penilaian yang dilaksanakan akan tetap mengacu kepada Visi, misi dan tujuan dari masing-masing rumah sakit. Dilaksanakan penilaian berdasarkan masing-masing divisi dan tidak dapat diakses oleh divisi yang lain. Aplikasi e-KPI plus penilaian kinerja karyawan menjadi salah satu terobosan baru dalam teknik pengelolaan penilaian.

Penilaian menjadi sarana untuk karyawan dalam memperbaiki pelaksanaan tugas, posisi dan perannya dalam tercapainya tujuan lembaga yang tidak sesuai. Penilaian kinerja karyawan menjaga kesetabilan posisis organisasi sehingga tercipta lingkungan kerja yang kompetitif.

Diharapan aplikasi e-KPI dapat langsung diterapkan dilingkungan rumah sakit untuk meningkatkan pengembangan diri. Menjadi landasan dalam memberikan sanksi dan reward pada yang karyawan yang melaksanakan tugasnya secara profesional. (*/sky)

Opini