RADAR JOGJA – Pandemi Covid-19 sejak Maret 2020 secara tidak langsung memaksa pemerintah terus berinovasi dalam menerapkan e-Government sebagai produk inovasi dalam praktik layanan masyarakat. Hal tersebut juga sesuai dengan peraturan Presiden No. 96 Tahun 2014 tentang Rencana Pitalebar Indonesia, yang menjadikan e-Government sebagai sektor prioritas yang dikembangkan oleh Pemerintah Indonesia. 

Berdasarkan data dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada tahun 2020 Indonesia berada peringkat ke-88 dari 193 negara sebagai pelaksana e-Government terbaik. Hal ini menjadi angin segar mengingat tantangan yang dihadapi Indonesia beberapa tahun ini terakhir cukup berat, mulai dari infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK), kualitas sumber daya manusia dalam bidang TIK, serta ketersediaan layanan publik atau e-Service. 

Inovasi Pemerintah Daerah 

Salah satu produk inovasi terbaru adalah aplikasi “Jogja Pass” yang diluncurkan oleh Pemerintah Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Aplikasi ini dapat membantu masyarakat dalam mengidentifikasi kondisi pengguna dan melaporkan dirinya terkait kemungkinan terinfeksi Covid-19 melalui berbagai tingkatan indikasi atau gejala, yang nantinya juga dapat membantu pemerintah menentukan pengambilan keputusan dalam mencegah penyebaran wabah Covid-19. 

Jika diulas lebih lanjut, ada beberapa fitur menarik yang ditawarkan aplikasi ini, mulai dari risk assessment Covid-19, travel form, kontak darurat, serta tips kesehatan dan informasi kebijakan pemerintah. Berbagai fitur tersebut cukup menarik dan dapat dijadikan sebagai role model bagi pemerintah daerah lain dalam mengintegrasikan TIK ke dalam rencana penanganan Covid-19 dengan memanfaatkan partisipasi masyarakat dan menyelenggarakan layanan bagi masyarakat berbasis digital (e-Service) secara efektif dan efisien.

Respon Positif dan Perkuat Kolaborasi

Sejak peluncuran aplikasi “Jogja Pass”, respons atas penggunaan aplikasi yang didapatkan terbilang baik. Aplikasi ini telah diunduh lebih dari 10 ribu pengguna dan terdapat 23 ribu pengguna yang telah melakukan self-screening. 

Sosialisasi aplikasi “Jogja Pass” kepada masyarakat menjadi tantangan dan pekerjaan rumah yang perlu ditingkatkan, mengingat kurva penyebaran Covid-19 di DIJ kian mengalami peningkatan yang signifikan. Pentingnya sosialisasi penggunaan aplikasi ini juga tidak hanya dilakukan pada obyek vital yang menjadi titik kerumunan masyarakat, media sosial, maupun media massa, namun juga upaya kolaborasi antara pemerintah daerah hingga perangkat desa.

Langkah pemerintah DIJ dengan meluncurkan aplikasi “Jogja Pass” perlu diapresiasi. Adanya fitur tips kesehatan dan informasi kebijakan pemerintah menjadi salah satu media informasi satu arah yang kredibel bagi masyarakat. Namun, konten-konten yang dihasilkan pada aplikasi ini kurang update, bila dilakukan secara maksimal aplikasi ini mampu menjadi salah satu “senjata” bagi pemerintah DIJ untuk memberikan informasi secara up to date sekaligus saluran informasi yang kredibel dalam melawan hoaks yang bertebaran di media sosial.

Memang untuk menyelesaikan dan mengoptimalkan beberapa hal tersebut tidaklah mudah, namun dengan kolaborasi, inovasi, dan semangat melayani masyarakat bukan tidak mungkin semua hal tadi akan diselesaikan secara perlahan. Pandemi Covid-19 ini dapat dijadikan sebagai momentum bagi pemerintah untuk terus berinovasi, terutama dalam melayani masyarakat serta menciptakan partisipasi masyarakat berbasis digital. (*/tif)

Penulis merupakan Mahasiswa Program Pascasarjana Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Opini