BANGSA Indonesia memerlukan sumber daya manusia yang bermutu sebagai penggerak pembangunan. Pendidikan adalah sarana mewujudkan sumber daya manusia yang bermutu. Sehingga, masa depan pembangunan Indonesia sangat ditentukan oleh kemajuan sektor pendidikan. Oleh karena itu, seandainya pembaca sekalian berkesempatan menjadi konseptor bangsa, jadikan kemajuan pendidikan sebagai   agenda utama.

Barnawi dan Arifin (2015) mengatakan sumber daya manusia yang bermutu mengacu pada dua hal. Pertama, memiliki kapabilitas pengetahuan dan keterampilan yang cukup. Kedua, memiliki karakter keindonesiaan yang kuat, agar pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki bermakna bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan agama.

Kegiatan memahamkan peserta didik dengan budayanya merupakan langkah penting dalam upaya melukis karakter anak bangsa. Semakin tahu serba – serbi budayanya, peserta didik akan semakin bijaksana. Mengingat, dalam setiap peninggalan budaya  tersembunyi beragam nilai pendidikan karakter.

Seorang guru memiliki tugas untuk menguraikan nilai – nilai luhur yang tersembunyi dalam peninggalan budaya. Proses pembelajaran merupakan media seorang guru untuk menguraikan nilai – nilai luhur tersebut. Jangan sampai, sekeping mata uang kuno di lempar begitu saja dalam tong sampah karena dianggap tak berguna. Jangan sampai ada tangan – tangan jahil yang mengambil keris di Museum Jogjakarta dan menjualnya sebagai barang loakan dengan harga yang murah.

Sekolah dan Peringatan Hari Kemerdekaan

Bulan agustus berbeda dengan sebelas bulan lainnya. Pada bulan ini peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia di selenggarakan. Setiap ruang di Indonesia terlihat semarak dengan beragam acara. Salahsatunya adalah karnaval budaya.

Institusi sekolah juga terlibat menyemarakkan peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia. Selain upacara hari kemerdekaan, setiap sekolah juga terlibat karnaval budaya yang ada di lingkungannya. Biasanya, guru dan peserta didik merelakan diri berdandan dengan pakaian daerah yang ada di Indonesia.

Kegiatan karnaval budaya  lahirkan kebahagiaan yang mendalam. Tidak hanya untuk guru dan peserta didik yang terlibat dalam acara tersebut, tetapi juga untuk  masyarakat di seluruh penjuru Indonesia.

Peringatan Hari Kemerdekaan Dan Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia telah mengubah semarak peringatan hari kemerdekaan Indonesia. Peserta didik dipaksa untuk melakukan kegiatan belajar dari rumah. Ada yang dilakukan dengan daring. Ada yang dilakukan dengan tatap muka terbatas (luring). Mereka tidak boleh berkumpul, termasuk merayakan hari kemerdekaan seperti biasanya.

Pembelajaran yang dilakukanpun  tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum. Mengingat, kondisi pandemi memaksa kurikulum normal tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya. Guru diberikan ruang lebih lebar untuk berinovasi sesuai dengan keadaan masing – masing. Hal ini merupakan kesempatan bagi guru untuk menerapkan konsep merdeka belajar yang sesungguhnya.

Gairah menerapkan konsep merdeka belajar harusnya semakin tinggi di bulan kemerdekaan saat ini. Kegiatan karnaval budaya yang biasa dilakukan dalam kondisi normal, harusnya disubtitusi dengan kegiatan lain yang memiliki subtansi sama. Bahkan, mengandung inovasi yang lebih.

Konsep merdeka belajar di tengah pandemi Covid-19  harus dianggap sebagai kesempatan  bagi guru untuk tetap memahamkan peserta didik tentang budayanya. Guru mengajak peserta didik dan orang tuanya menggelorakan budaya  di rumahnya masing – masing. Sehingga, rumah memainkan kembali perannya sebagai tempat mengenalkan budaya.

Betapapun kecilnya, rumah adalah tempat terbaik memperkenalkan budaya kepada peserta didik. Mulai dari kamar tidur hingga pekarangan harus diisi dengan aneka peninggalan budaya. Barang antik seperti mesin jahit tradisional, pengupas kelapa, aneka kancing baju dan lain sebagainya merupakan peninggalan budaya yang menarik. Biasanya, barang semacam ini tersimpan di gudang. Maka, untuk tahun ini harus dikeluarkan dari gudang dan sesegera mungkin dibersihkan.

Selanjutnya, barang-barang tersebut dipajang di ruangan dengan rapi. Untuk memberi kesan bahwa kegiatan itu sebagai proses pembelajaran budaya, peserta didik diminta untuk memberi identitas beserta nilai sejarah, filosofi, fungsi, dan kegunaannya. Sehingga, peserta didik mengenal macam-macam barang peninggalan nenek moyang mereka, beserta sejarah dan kegunaannya.

Apabila ada pekarangan atau halaman rumah yang tersisa, peserta didik diajak untuk menanam tanaman tradisional. Selanjutnya, tanaman tersebut diberi identitas beserta fungsi dan kegunaannya. Bisa juga peserta didik diminta untuk memelihara aneka hewan sesuai dengan luas lahan pekarangannya. Dari hasil tanaman tradisional dan hewan peliharaan tersebut, selanjutnya peserta didik diajak untuk membuat masakan tradisional. Sehingga, peserta didik mengenal masakan tradisional peninggalan budaya nenek moyang mereka.

Seluruh aktivitas peserta didik tersebut harus diniati sebagai bagian dari proses mempelajari budaya nenek moyang mereka. Budaya nenek moyang harus diwariskan kepada peserta didik untuk digali nilai karakter yang terkandung di dalamnya. Peserta didik harus paham bahwa budaya leluhur ibarat tambang emas yang bermanfaat untuk mereka.

Seluruh guru harus duduk bersama terlebih dahulu. merencanakan pembelajaran mengenal budaya berbasis rumah. Selanjutnya, guru menyampaikan program tersebut kepada orang tua. Kemudian, guru dan orang tua memainkan peran masing – masing dalam memahamkan budaya kepada peserta didik di tengah pandemi Covid-19

Gairah guru, orang tua, dan peserta didik sangat diperlukan dalam kegiatan belajar menggelorakan budaya di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Ketiganya harus memiliki rasa yang sama, yaitu rasa memiliki dan menikmati budaya yang sedang dipelajari.

Semakin tinggi kesadaran guru, orang tua, dan peserta didik belajar budaya leluhurnya menandakan  semakin kuatnya karakter nasionalisme mereka. Kuatnya karakter nasionalisme setiap warga negara Indonesia merupakan modal penting mewujudkan kesejahteraan nasional. Kesejahteraan seiring dengan kebahagiaan. Semakin sejahtera masyarakat Indonesia, pertanda mereka semakin bahagia.

Dengan demikian,  belajar budaya untuk memperingati hari kemerdekaan merupakan salahsatu upaya menggapai kebahagiaan. Hal ini bisa dilakukan oleh peserta didik, apabila guru dan orang tua bermitra memanfaatkan ruang inovasi yang bertema merdeka belajar dengan baik dan bertanggung jawab.

Kegiatan belajar budaya seperti uraian penulis di atas, idealnya dilakukan serentak, yaitu tepat pada tanggal 17 Agustus 2020 di rumah masing-masing peserta didik. Kegiatan tersebut dilakukan dengan bimbingan guru dan orang tua. Guru membimbing secara daring atau tatap muka terbatas (luring). Sementara, orang tua meluangkan waktu pada hari itu untuk libur bekerja di luar rumah. Orang tua menemani peserta didik menggelorakan budaya di rumahnya masing – masing, sejak pagi, hingga sore hari. Selamat HUT RI ke-75. (ila)

*Penulis adalah pendidik di SMPN 4 Katingan Kuala Kab. Katingan Kalimantan Tengah.

Opini