DI INDONESIA kebanyakan orang menganggap kebahagiaan sebagai akibat. Mereka menganggap bahagia diukur dengan kesuksesan. Tolok ukur kesuksesan pun masih berupa angka-angka atau materi, dan mengabaikan aspek spiritual yang sebenarnya melekat pada diri manusia. Sebaliknya, di negara-negara maju, kebahagiaan sudah tidak lagi dianggap sebagai akibat, melainkan sebagai sebab. Kebahagiaan dinilai sebagai alat yang sangat penting untuk mencapai kesuksesan. Itulah sebabnya banyak perusahaan di luar negeri yang menyelenggarakan berbagai program yang bertujuan untuk menumbuhkan kebahagiaan dalam diri karyawan mereka. Mereka percaya, karyawan yang bahagia akan berkembang dan bisa memberikan yang terbaik bagi kesuksesan perusahaan.

Tentu berbagai cara dapat ditempuh setiap orang untuk mencapai kebahagiaan. Mulai dari mendapat pujian dari orang disekitar, mendapat penghasilan besar per bulan bagi para pekerja maupun prestasi yang berhasil dicapai bagi setiap insan yang menjalani suatu tugas dan tanggung jawab. Semua hal tersebut, tentunya tidak salah. Memang tak dapat dipungkuri bahwa hal-hal tersebut diatas dapat membuat setiap insan merasa bahagia. Namun, semua hal tersebut hanya mendatangkan kebahagiaan yang bersifat sementara sehingga belum mencapai kebahagiaan otentik.

Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dosen wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, dan memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kewajiban dosen diwujudkan dalam Tridharma Perguruan Tinggi yang selanjutnya disebut Tridharma adalah kewajiban Perguruan Tinggi untuk menyelenggarakan Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (UU No. 12 Tahun 2012, Pasal 1 Ayat 9). Berbagai upaya dilakukan oleh dosen untuk menunjukkan pencapaian dari kinerja dosen. Dalam rangka mencapai target tersebut, maka perlu dilakukan assasment flourishing atau penilaian tingkat kebahagiaan pada dosen. Flourishing bisa dikatakan sebagai tingkat kebahagiaan atau kesejahteraan. Flourishing ditentukan oleh lima aspek yang dikenal sebagai Model PERMA atau teori kesejahteraan yang dikembangkan oleh psikolog positif Marin Seligman.

Positive Emotions (P)

Emosi positif mengacu pada hedonic feeling of happiness, misalnya perasaan joyful dan cheerful. Emosi positif adalah bagian esensial dari kesejahteraan/ well being. Orang-orang yang bahagia akan melihat ke masa lalunya dengan senang, melihat masa depan dengan harapan, dan akan menikmati kehidupan sekarang. Positive emotion seperti harapan, kebahagiaan, keterhubungan, cinta, dan kedamaian adalah kebutuhan yang penting bagi manusia untuk merasa sejahtera.

Engagement (E)

Keterlibatan merujuk pada hubungan psikologis pada aktivitas- aktivitas atau pada organisasi (misalnya, perasaan meresapi, ketertarikan, dan keterlibatan dalam hidup). Fokus pada sesuatu yang dikerjakan dan benar-benar merasa kesenangan dan keterlibatan penuh dengan sesuatu yang sedang dikerjakan. Terjadi flow baik pada kehidupan profesional maupun kehidupan pribadi.

Positive relationship (R)

Hubungan positif adalah perasaan sosial yang terintegrasi, peduli, dan adanya dukungan, serta kepuasan dengan hubungan sosial. Setiap orang memerlukan hubungan yang kuat dengan keluarga, teman, ataupun tetangga. Hubungan yang baik adalah salah satu inti kesejahteraan

Meaning of life (M)

Bermakna merujuk pada kepercayaan bahwa hidupnya berarti dan merasa terhubung pada sesuatu yang lebih tinggi. Kehidupan akan menjadi terbaik jika dapat mendedikasikan lebih besar pada hal lebih luas yang berdampak pada orang lain, bukan hanya pada diri sendiri, sehingga kehidupan menjadi lebih bermakna.

Accomplishment (A)

Pencapaian melibatkan kemajuan pada goals atau tujuan-tujuannya, perasaan mampu untuk melakukan aktivitas harian dan memiliki rasa pencapaian. Pencapaian adalah tujuan-tujuan yang dapat diperoleh, baik tujuan kecil, sedang atau besar, tergantung pada diri orang tersebut.

Apabila dosen memiliki 5 aspek diatas, maka dapat dikatakan bahwa kehidupan dosen tersebut akan mengalami flourishing/ kebahagiaan. Berdasarkan hasil jawaban dari dosen yang mengisi kuesioner melalui google form dengan pertanyaan model PERMA dan berdasarkan factor jenis kelamin, usia, Pendidikan terakhir, jabatan fungsional, dan lama bekerjanya. Menunjukkan bahwa dosen sudah memiliki 5 aspek PERMA yang dapat dikatakan bahwa dosen mengalami kebahagiaan/flourishing.

Tetapi di sisi lain muncul pertanyaan apakah dosen benar-benar Bahagia atau sejahtera? Sedangkan dalam kenyataannya masih belum diketahui, karena dilihat dari prestasi atau tuntutan yang harus dipenuhi oleh dosen dan apakah sudah terpenuhi sesuai standar satuan pendidikan tinggi tempat dosen tersebut bertugas?

Tugas kita bersama-sama sebagai pengelola Pendidikan untuk meningkatkan Flourishing pada dosen, agar Perguruan Tinggi dapat meningkatkan kualitas dosen, mahasiswa serta proses pendidikannya. (*/ila)

*Penulis merupakan Dosen Magister Administrasi Rumah Sakit UMY.

Opini