MENURUT Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 2016, Indonesia menjadi peringkat ke-2 dari seluruh dunia setelah India yang menjadi Negara dengan penderita TBC atau TB (Tuberkulosis) terbanyak.

Kemenkes RI melalui Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) telah mencanangkan program TOSS TB (Temukan TBC, Obati Sampai Sembuh). Program ini bertujuan bisa mengurangi kejadian TBC di Indonesia.

Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta, melakukan kegiatan Promosi Kesehatan (Promkes) yang bertemakan TOSS TB. Program ini sekaligus mendukung program pemerintah dan telah didukung oleh Dinas Kesehatan Sleman.

Sebelum penerjunan mahasiswa PSPA UII ke masyarakat di Candi Dukuh, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Sleman dr Novita Krisnaini sudah memberikan materi pengantar terkait TBC dan program TOSS TB.

Sejumlah mahasiswa PSPA yang diterjunkan di antaranya dari Tutorial C yang berjumlah 8 mahasiswa yaitu Asti Laila Mukarromah, Yoga Febriana, Dwi Aulia Hanifah, Dinasari Bekti Pratidina, Lufti Rizka Noviana, Doni Setiawan, Danik Dwi Putranti dan Aini Fithriyana Zakiyyah.

Mahasiswa tersebut mengawali kegiatan Promkes dengan survei melalui kuesioner data demografi warga serta memberikan pretest (door to door) ke sejumlah masyarakat RT 03 Candi Dukuh mengenai pengetahuan TBC pada awal November 2019. Dari hasil survei yang didapat ternyata sebagian besar masyarakat belum sadar akan bahaya TBC, pengetahuan masyarakat juga masih sangat kurang mengetahui TBC.

Setelah survei selesai dilakukan, dengan seizin Ketua RT 03 Candi Dukuh mahasiswa PSPA UII memutuskan untuk memberikan Promkes TOSS TB melalui kegiatan arisan mingguan ibu-ibu RT 03 Candi Dukuh dan dilanjutkan kegiatan door to door.

Promkes yang dilakukan yaitu dengan menjelaskan beberapa hal penting terkait apa yang menyebabkan TBC, bagaimana cara pencegahannya (Gaya Hidup Sehat Dan Pencegahan TB: menjemur alas tidur agar tidak lembab, membuka jendela atau pintu rumah agar senantiasa mendapatkan udara yang segar dan sinar matahari cukup. Juga olahraga teratur, imunisasi BCG, makan makanan bergizi, dan tidak merokok. (ila)

*Penulis merupakan mahasiswa PSPA UII Jogjakarta

Opini