Di ajang Liga 1 musim ini, PSS Sleman memiliki empat pemain asing yang berasal dari empat negara berbeda. Bagaimana mereka berkomunikasi? Termasuk dengan pemain-pemain lokal ?

HERY KURNIAWAN, Sleman

Yevhen Bokhasvilli dari Ukraina, Guilherme Batata dari Brasil, Afonso De La Cruz dari Spanyol, dan Brian Fereira yang memegang dua paspor yakni Irak dan Argentina.

Menariknya, hanya dua dari empat pemain tersebut yang bisa menggunakan Bahasa Inggris dengan cukup baik. Sementara Batata dan Brian, Bahasa Inggrisnya terbilang buruk. Bahkan beberapa kali mereka berdua tampak malu-malu dan enggan ketika didekati wartawan untuk sekadar melakukan wawancara singkat.

Problem itu disadari betul pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro. Guna menyiasati terputusnya komunikasi terutama komunikasi antara pemain asing dan lokal, dia dan tim pelatih Super Elja menerapkan beberapa program latihan yang bisa membuat para pemain terus melakukan interaksi yang intens. “Kami siapkan program latihan, misalnya game-game tertentu,” ujar Seto.

Harapannya Batata dan Brian yang bahasa Inggrisnya kurang bisa melakukan interaksi dengan pemain lokal. Di tim PSS Sleman musim ini ada sosok yang memiliki peran menarik. Sosok tersebut bernama Danilo Fernando. Tak seperti di musim lalu, Danilo yang awalnya berstatus sebagai asisten pelatih itu memiliki tugas lain di musim ini yakni sebagai penerjemah.

Seperti diketahui, Danilo adalah orang Brasil. Menurut Seto Nurdiyantoro, eks pemain Persik Kediri dan banyak klub lain di Jawa Timur itu sangat paham bahasa Brasil juga bisa mengerti bahasa Spanyol. “Itulah salah satu alas an kenapa Danilo ada di sini,” jelas Seto.

Salah satu pemain asing PSS yang paling cepat beradaptasi adalah Alfonso De La Cruz. Bek asal Spanyol itu mampu berkomunikasi dengan sangat baik dengan wartawan dan juga para suporter PSS. Tak hanya itu, mantan bek tengah Selangor FA itu juga memiliki peran membantu Brian Fereira untuk berkomunikasi dengan rekan-rekan yang lain di skuad Elang Jawa. “Saya bantu dia (Brian, Red) berkomunikasi,”beber Afonso.

“Tapi Brian juga bisa berkomunikasi tapi pakai bahasa isyarat,” kata Alfonso sembari tertawa. Namun, Alfonso menjelaskan kendala dalam hal berkomuniasi itu hanya terjadi saat di luar lapangan saja. Ketika sudah bermain di lapangan, semua pemain entah itu dari negara manapun akan langsung bisa mengerti. Karena sepak bola itu adalah bahasa universal. (din/fj).

Opini