Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kalurahan Kemadang Terima Sertifikat Tsunami Ready

Editor Content • Senin, 9 Januari 2023 | 18:04 WIB
MEMBAIK: Ega Rizky dan Saddam Gaffar sedang dalam masa recovery akibat cedera. Kondisi mereka berangsur membaik. Bahkan Ega Rizky sudah mengikuti pemusatan latihan PSS Sleman di Kaliurang.(DOK PSS Sleman)
MEMBAIK: Ega Rizky dan Saddam Gaffar sedang dalam masa recovery akibat cedera. Kondisi mereka berangsur membaik. Bahkan Ega Rizky sudah mengikuti pemusatan latihan PSS Sleman di Kaliurang.(DOK PSS Sleman)
 

RADAR JOGJA - Kabupaten Gunungkidul merupakan wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana tsunami di Laut Selatan Jawa. Usulan mendapatkan Sertifikat Pengakuan (Certificate for Recognition) Tsunami Ready Community dari Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO (IOC-UNESCO) telah disetujui.

Kalurahan yang memperoleh sertifikat Tsunami Ready oleh UNESCO-IOC, adalah Kemadang, Kapanewon Tanjungsari. Status baru tersebut ditindaklanjuti dengan melakukan pengecekan jalur evakuasi. Ada tiga lokasi yang dilakukan pemeriksaan diantaranya Pantai Baron, Pantai Kukup, dan Pantai Sepanjang.

Anggota Forum Penanganan Resiko Bencana (FPRB) Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari Surisdiyanto mengatakan, Kalurahan Kemadang dikukuhkan menjadi wilayah Tsunami Ready oleh UNESCO-IOC di Pantai Purus, Kota Padang, Sumatera Barat, pada 26 Desember 2022.
"Adanya pengakuan secara internasional ini bukan berarti hanya mendapatkan predikat saja," kata Surdiyanto.

Selanjutnya ada tanggung jawab besar yang harus dikerjakan. Endingnya adalah mewujudkan masyarakat maupun wisatawan siaga tsunami menuju zero victim. Tsunami Ready Community sendiri adalah program peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman tsunami dengan berbasis pada 12 indikator yang telah ditetapkan UNESCO-IOC. "Beberapa waktu lalu bersama dengan Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto melakukan pengecekan jalur tsunami," ujarnya.

Dia menjelaskan, ada 12 indikator penerima sertifikat (UNESCO)-IOC. Indikator tersebut di antaranya memiliki peta evakuasi, jalur evakuasi, tempat evakuasi sementara, tempat evakuasi akhir, kesiapan komunitas dan masyarakat dalam kegiatan simulasi tsunami, sosialisasi dan edukasi tentang tsunami, rencana kontinjensi, Sarana/peralatan penerima info gempabumi dan peringatan dini tsunami 24/7 dan lainnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul Purwono mengatakan, pasca-menerima sertifikat Tsunami Ready, jalur evakuasi di sebelah timur Pantai Baron akan diperbaiki."Kami mengusulkan jalur baru di sebelah barat," kata Purwono.

Kemudian mengusulkan pembangunan jalur evakuasi di sebelah timur Pantai Kukup. Untuk Pantai Sepanjang patung voli akan digunakan untuk evakuasi sementara. Tahun ini pihaknya berencana memasang 80 buah papan jalur evakuasi di pesisir pantai Gunungkidul."Kami masih melakukan pemetaan terkait pemasangan jalur evakuasi, sehingga manakala terjadi tsunami atau gelombang tinggi bisa menuntun warga," ujarnya. (gun/din)

 

  Editor : Editor Content
#Gunungkidul