Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Terungkap, 4 Oknum TNI Diamankan Puspom – Ini Identitas dan Motifnya

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 19 Maret 2026 | 06:47 WIB

Detik-detik penyiraman air keras Aktivis KontraS Andrie Yunus di Jakarta.
Detik-detik penyiraman air keras Aktivis KontraS Andrie Yunus di Jakarta.

JAKARTA – Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus akhirnya menemui titik terang. Empat prajurit TNI diamankan Puspom TNI sebagai tersangka, Rabu (18/3/2026). Peristiwa ini menuai kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk aktivis HAM di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Polda Metro Jaya bersama Puspom TNI mengungkap identitas dan menahan empat terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).

Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, di kawasan Jalan Salemba, Jakarta Pusat. Korban diserang oleh dua orang menggunakan sepeda motor yang menyiram cairan keras ke wajah dan tubuhnya, menyebabkan luka bakar serius hingga 24 persen di area muka, tangan, dada, dan mata.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, dalam konferensi pers Rabu (18/3/2026), mengungkap dua eksekutor utama berinisial BAC (atau BHC) dan MAK. Kedua pelaku ini teridentifikasi melalui analisis 86 titik rekaman CCTV, keterangan saksi, serta basis data Satu Data Polri.

“Terduga pelaku berjumlah empat orang yang menggunakan dua sepeda motor. Mereka menunggu korban di depan KFC Cikini, kemudian mengikuti ke Jalan Diponegoro hingga Salemba 1,” ujar Kombes Iman.

Lebih lanjut, Mabes TNI melalui Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto menyatakan bahwa keempat prajurit TNI telah diamankan. Mereka berasal dari Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma Bais) Mabes TNI, khususnya dari TNI Angkatan Udara (AU) dan Angkatan Laut (AL).

Keempat tersangka tersebut berinisial:

- Lettu SL

- Kapten NDP

- Lettu BHW

- Serda ES

“Keempat tersangka sudah diamankan Puspom TNI untuk pendalaman penyidikan,” kata Mayjen Yusri Nuryanto di Mabes TNI, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026). Mereka kini ditahan di fasilitas militer Super Maximum Guntur, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Libur Lebaran, 250 Petugas Kebersihan Jogja Siaga 24 Jam Bersihkan Sampah!

Polisi menduga motif penyerangan terkait aktivitas advokasi HAM yang dilakukan korban melalui KontraS. Namun, motif pasti dan aktor intelektual di baliknya masih didalami, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Kasus ini mendapat perhatian luas mengingat banyak aktivis HAM dan mahasiswa yang kerap mengadvokasi isu serupa. Koalisi masyarakat sipil mendesak agar pelaku dan dalang diadili di peradilan umum secara transparan, bukan hanya jalur militer.

Andrie Yunus saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kondisinya dilaporkan stabil meski mengalami kerusakan permanen pada mata dan kulit.

Polda Metro Jaya membentuk tim gabungan dengan TNI untuk mengusut tuntas kasus ini. Masyarakat diimbau tidak menyebarkan informasi hoaks terkait foto atau video yang beredar, karena beberapa di antaranya merupakan rekayasa AI. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#aktivis ham #KontraS diserang #penyiraman air keras #Air Keras