Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Enam Anak di Bawah Umur Berada dalam Hotel Padang Mengaku Layani Pria Hidung Belang

Magang Radar Jogja • Kamis, 12 Februari 2026 | 16:04 WIB
Anak perempuan di bawah umur di Padang akui layani pria di hotel dan dibayar ratusan ribu. Aksi mereka digerebek.
Anak perempuan di bawah umur di Padang akui layani pria di hotel dan dibayar ratusan ribu. Aksi mereka digerebek.

RADAR JOGJA - Miris sebuah video viral di media sosial, ditemukan enam anak perempuan di sebuah hotel di Padang.

Mereka semua masih di bawah umur dan masih bersekolah.

Mereka mengaku telah melayani pria hidung belang.

Dari video unggahan di thread info_lintassumbar, seorang ibu bertanya kepada, beberapa anak perempuan.

Mereka ada yang mengaku telah dibayar Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu rupiah setelah melayani pria hidung belang.

Beberapa di antaranya juga mengatakan membatalkan layanannya.

Selain anak perempuan, di ruangan kamar hotel itu juga terdapat sekelompok pemuda.

"Kami hanya duduk-duduk saja," ujar salah seorang pemuda.

Usai dilakukan penggerebekan, mereka di minta mengemasi barang meninggalkan ruangan.

Ini menjadi alarm keras untuk kita bahwa ada sesuatu yang serius yang tidak benar di sekitar kita.

Yang menyakitkan dari berita seperti ini bukan hanya tentang fakta bahwa mereka masih anak-anak.

Tetapi fakta kejadian, hal ini selalu berulang entah dengan korban yang berbeda, waktu yang berbeda maupun tempat yang berbeda.

Pertanyaannya bukan lagi “kok bisa terjadi?” tapi “kenapa hal ini terus terjadi?”.

Anak di bawah umur seharusnya masih berada diruang aman, di sekolah, rumah dan lingkungan yang melindungi mereka.

Tapi kenyataannya masih ada ruang-ruang lain yang membuat peluang bagi orang dewasa untuk memanfaatkan kerentanan mereka.

Ini bukan hanya tentang pelaku yang jelas salah, tetapi juga tentang kelonggaran sistem pengawasan, lingkungan yang sering mengabaikan dan budaya yang masih selalu menyalahkan korban atau bahkan memilih diam.

Sibuk memarahi pelaku yang memang harus dimarahi itu saja tidak cukup.

Kita perlu bertanya lebih dalam, bagaimana anak-anak ini bisa sampai disini?

Siapa yang gagal melindungi? apa yang kurang dari sistem pencegahan kita?

Kenapa ruang yang seharusnya bisa diawasi justru menjadi tempat aman bagi kejahatan?

Yang perlu diingatkan juga, korban bukan hanya tentang angka dalam berita.

Mereka anak-anak dengan masa depan, dengan rasa takut, rasa kebingungan yang bahkan masih belum mereka pahami.

Yang kita butuhkan saat ini bukan hanya keprihatinan sesaat, tetapi kesadaran kolektif.

Kesadaran melindungi anak bukan tugas satu pihak saja.

Orang tua, sekolah, masyarakat, aparat bahkan sebagai publik semua memiliki peran.

Tidak ada anak yang pantas tumbuh dalam dunia yang gagal menjaga mereka tetap aman. (Nur Aisyatul Jannah NR)

 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Layani Pria Hidung Belang #anak di bawah umur #Hotel Padang #padang