Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Viral Data Pribadi Penumpang Diduga Diakses Oknum Pegawai untuk 'Modus', KAI Siapkan Sanksi Tegas

Magang Radar Jogja • Jumat, 9 Januari 2026 | 10:53 WIB
Postingan @olivehateem_ terkait dugaan kebocoran data pribadi penumpang KAI.
Postingan @olivehateem_ terkait dugaan kebocoran data pribadi penumpang KAI.

 

RADAR JOGJA - Isu keamanan data pribadi di layanan transportasi publik KAI sedang menjadi sorotan tajam warganet pada awal Januari 2026.

Seorang penumpang kereta api mengaku mengalami pelanggaran privasi serius setelah data pribadinya diduga disalahgunakan oleh oknum yang mengaku sebagai pegawai KAI.

Kejadian ini memicu kekhawatiran publik setelah korban mengungkapkan melalui akun pribadi X-nya, bahwa pelaku menggunakan akses internal untuk mengetahui identitas penumpang guna kepentingan pribadi, termasuk menghubungi nomor Whatsapp korban tanpa persetujuan.

Kronologi: Berawal dari Obrolan Janggal di Kereta


Berdasarkan utas yang diunggah oleh akun X @olivehateem_ pada 6 Januari 2026, pengalaman tidak menyenangkan ini bermula saat ia melakukan perjalanan kereta api sendirian pada akhir Desember 2025.

Sepanjang perjalanan, ia merasa terganggu oleh penumpang pria di sebelahnya yang terus mengajak berbincang secara nonstop meski respons yang diberikan korban sangat terbatas.

Situasi berubah menjadi menakutkan ketika pria tersebut tiba-tiba menyebut nama depan korban, padahal keduanya tidak berkenalan sebelumnya.

Kecurigaan semakin menguat saat pria itu melontarkan pertanyaan spesifik mengenai usia korban, "Tahun depan berarti 26 ya?", yang didasarkan pada data pribadi penumpang.

Saat dikonfrontasi, pria tersebut akhirnya mengakui bahwa dirinya bekerja di kereta api dan memiliki akses data penumpang.

Ia secara sepihak memanfaatkan akses tersebut untuk melihat detail nama, umur, hingga nomor telepon korban tanpa izin.

Tindakan ini masih terus berlanjut setelah perjalanan kereta usai.

Pria tersebut menghubungi korban melalui aplikasi pesan WhatsApp menggunakan nomor yang didapatkan dari data penumpang.

Penelusuran korban melalui aplikasi GetContact kemudian mengindikasikan bahwa pria tersebut memang karyawan anak usaha KAI, yakni PT Reska Multi Usaha (KAI Services).

Respons KAI: Komitmen Menjaga Keamanan Data Pelanggan


Merespons viralnya postingan X ini, pihak KAI segera menghubungi korban untuk menindaklanjuti kasus ini.

Melalui akun X @olivehateem_, korban juga menjelaskan bahwa dirinya sudah menceritakan kronologi peristiwa secara mendetail dan saat ini tengah dijadwalkan pertemuan tatap muka dengan pihak KAI.

Sementara itu, dalam keterangan KAI, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (8/1/2026), menyatakan bahwa perlindungan data pelanggan merupakan prioritas utama perusahaan.

KAI berjanji akan terus memperkuat pengamanan data melalui penerapan standar internasional pasca kejadian ini.

"KAI berkomitmen menjaga keamanan data pribadi pelanggan dan terus meningkatkan sistem pengelolaan serta pengawasan akses data secara berkelanjutan," ujar Anne.

Langkah peningkatan sistem ini mencakup penerapan sertifikasi ISO 27001:2013 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi untuk memitigasi risiko serupa di masa depan.

Lebih lanjut, KAI juga memastikan bahwa setiap laporan dugaan pelanggaran yang masuk telah ditangani sejak awal melalui mekanisme internal, di mana setiap tindak pelanggaran privasi akan ditindaklanjuti sesuai regulasi hukum yang berlaku.

"KAI Group terus menjaga keseimbangan antara keterbukaan informasi, perlindungan data pribadi, dan kepatuhan terhadap regulasi demi menjaga kepercayaan publik," tegas Anne.

Hingga 9 Januari 2026, masih belum ada publikasi hasil penanganan internal ini.

Korban sendiri berencana akan membagikan hasil pertemuan dengan pihak KAI secara transparan kepada publik untuk memastikan akuntabilitas penanganan kasus ini. (Aqbil Faza Maulana)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#data pribadi #sanksi #Viral #oknum pegawai #penumpang #KAI