RADAR JOGJA - Jagat maya dihebohkan dengan kabar seorang make up artist (MUA) asal Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang diduga kuat merupakan seorang laki-laki.
Sosok tersebut dikenal dengan nama panggung Dea, dan selama ini tampil sangat feminin lengkap dengan hijab layaknya muslimah taat.
Berdasarkan laporan Jawa Pos, Dea berasal dari Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur.
Ia dikenal luas oleh masyarakat sebagai MUA dengan penampilanya yang feminim berhijab selayaknya perempuan muslim.
Namun, belakangan publik dibuat terkejut setelah sejumlah klien mengaku baru mengetahui bahwa Dea ternyata laki-laki tulen.
Kasus ini bukan sekadar persoalan identitas pribadi, melainkan juga menyangkut aspek sosial dan keagamaan yang berdampak luas.
Sebagai MUA yang melayani klien perempuan berhijab, Dea tentu berinteraksi dalam ruang privat, termasuk saat klien membuka penutup auratnya.
Bagi sebagian masyarakat, kondisi ini dianggap sangat sensitif. Dalam ajaran Islam, perempuan yang membuka aurat di hadapan laki-laki non-mahram jelas dilarang.
Lebih jauh, situasi seperti ini bisa berujung pada pelanggaran tanpa disadari, seperti batalnya wudhu ketika terjadi sentuhan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram.
Tak hanya itu, fenomena ini juga dikhawatirkan berdampak sosial bagi lingkungan sekitar.
Anak-anak yang melihat atau mengenal sosok seperti Dea dapat meniru perilaku atau ekspresi gendernya tanpa memahami konteksnya, yang bisa menimbulkan kebingungan dalam tumbuh kembang dan pemahaman nilai sosial mereka.
Kasus ini mencuat setelah sebuah akun Facebook bernama Diana_Arkayanti mengunggah foto dan identitas Dea pada Kamis (6/11/2025).
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada dan kritis, terutama dalam konteks profesi yang melibatkan ruang pribadi dan kepercayaan tinggi seperti jasa tata rias. (Silvia Oktaviani)
Editor : Meitika Candra Lantiva