Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Driver Ojol Mogok Masal, Demo 179 Banjiri Istana Presiden

Meitika Candra Lantiva • Rabu, 17 September 2025 | 22:58 WIB
Demo ojol di Jakarta, Rabu (17/9/2025).
Demo ojol di Jakarta, Rabu (17/9/2025).


RADAR JOGJA - Aksi demo “179” yang diinisiasi oleh asosiasi pengemudi ojek online Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) berlangsung di tiga titik (17/9/2025).

Massa aksi berkumpul di Markas Garda di Cempaka Mas pagi tadi, kemudian melanjutkan konvoi menuju titik orasi pertama, yaitu Istana Presiden.

Lalu bergeser ke Kementrian Perhubungan dan berakhir di Gedung DPR/MPR RI sebagai lokasi puncak aksi. Peserta aksi diperkirakan sebanyak 2.000 orang.

Ada 7 tuntutan pada demo kali ini, yakni sebagai berikut:

• Mendesak pengesahan RUU Transportasi Online: dengan pengesahan RUU ini, akan menjadi regulasi yang lebih jelas sehingga pengemudi ojol dapat memiliki kekuatan hukum lebih tinggi yang memayungi mereka.

• Meminta potongan aplikator maksimal 10 persen: aplikator seperti Gojek, Grab, dll memotong tarif yang cukup besar dari pengemudi sehingga para pengemudi ojol menuntut agar potongan ditetapkan maksimal 10 persen agar lebih adil bagi pengemudi.


• Menuntut adanya regulasi tarif pengantaran barang dan makanan: dibanding mengantar penumpang, pengantaran barang dan makanan memiliki risiko dan biaya yang berbeda sehingga pengemudi ojol menginginkan regulasi khusus terkait tarif tersebut agar lebih manusiawi.

• Menuntut adanya audit investigasi potongan 5 persen: pengemudi ojol menginginkan adanya audit yang menyeluruh dan transparan terhadap bagaimana aplikator melakukan pemotongan/pengambilan komisi supaya dapat diketahui, apakah aplikator menjalankan regulasi dengan benar.


• Menuntut penghapusan program yang merugikan pengemudi karena terkadang hal tersebut menekan penghasilan pengemudi ojol dan membuat persaingan yang tidak adil antar-pengemudi, seperti “aceng”, “slot”, “multi order”, dan “member berbayar”.

• Memberhentikan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, yang dinilai pro aplikator.

• Mendesak Kapolri mengusut tuntas kasus meninggalnya dua ojol, yakni Affan Kurniawan di Jakarta dan Rusdamdiyansah di Makassar akibat kericuhan demo akhir Agustus 2025 lalu.

Baca Juga: Otak Dibalik Gacornya Arsenal di Skema Set Piece, Nicolas Jover Resmi Perkuat Arab Saudi, Timnas Indonesia dan Irak Wajib Waspada

Demo yang bertepatan dengan hari perhubungan nasional ini diperkirakan akan mencapai ribuan orang.

Mereka sepakat untuk mematikan aplikasi mereka secara serentak alias mogok massal sebagai bentuk protes.

Hal ini tentunya akan berdampak pada lumpuhnya layanan transportasi online di ibu kota.


Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro mengatakan bahwa personel gabungan dari TNI Polri sebanyak 6.118 personel diturunkan untuk mengamankan aksi demo kali ini.

Namun, demo 179 ini menuai beragam respon dari para pengemudi ojol.

Situasi ini mencerminkan adanya kesenjangan antara idealisme yang dijunjung organisasi pengemudi dengan kebutuhan praktis yang dihadapi sebagian anggotanya.

Sebagian lebih memilih untuk tetap bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Beberapa pengemudi ada yang berhenti setengah hari untuk menghargai aksi demo.

Beberapa pengemudi menilai aksi-aksi terdahulu tidak menghasilkan perubahan apapun, karena ini timbul keraguan akan hasil demo kali ini. (Nugrahaningtyas)


Editor : Meitika Candra Lantiva
#mogok masal #audit investigasi #polres metro jakarta pusat #RUU Transportasi Online #istana presiden #driver ojol #7 tuntutan #Memberhentikan Menteri Perhubungan #Demo #regulasi tarif pengantaran barang dan makanan #potongan aplikator