RADAR JOGJA - Organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam memberantas premanisme di wilayah Jawa Barat.
Dukungan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal GRIB Jaya, Zulfikar, dalam konferensi pers yang digelar di kantor pusat DPP GRIB Jaya, Kedoya, Jakarta Barat, pada Rabu (23/4/2025).
“Perintah Ketua Umum kepada saya bahwa Gubernur Jawa Barat Kang Dedy Mulyadi adalah gubernur yang didukung Partai Gerindra dan juga didukung oleh organisasi GRIB Jaya. Artinya, Kang Dedy Mulyadi adalah bagian dari kita, teman kita, dan orang pilihan presiden kita,” ujar Zulfikar, menekankan bahwa ormasnya mendukung program-program pemerintah yang sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan ini disampaikan menyusul insiden kekerasan yang terjadi di Harjamukti, Cimanggis, Depok, pada 18 April 2025.
Dalam insiden tersebut, sekelompok individu yang mengklaim sebagai anggota GRIB Jaya terlibat dalam pembakaran tiga unit mobil milik kepolisian Satreskrim Polres Depok saat aparat hendak mengamankan seseorang berinisial TS terkait kasus perusakan.
Zulfikar juga menegaskan bahwa pelaku, termasuk TS, bukanlah bagian dari keanggotaan resmi organisasi.
“Bahwasanya saudara Toni Simanjuntak (TS) bukanlah anggota resmi dari GRIB Jaya,” tegas Zulfikar.
Zulfikar juga menyampaikan bahwa GRIB Jaya mendukung langkah penegakan hukum dan program antipremanisme dari pemerintah.
“Jadi Ketua Umum menyampaikan kepada saya untuk memberikan keterangan kepada masyarakat, meminta kopolisian untuk menangkap semua para pelaku tindak kejahatan, para pelaku pelanggaran hukum yang kemarin melakukan tindakan yang sangat memalukan” tegas Zulfikar.
Untuk diketahui, Pemerintah Proelah meluncurkan Program Satgas Antipremanisme sejak 21 Maret 202vinsi Jawa Barat t5.
Program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang tertib dan aman serta menekan praktik pemaksaan, intimidasi, maupun kekerasan oleh kelompok-kelompok tertentu yang meresahkan masyarakat. (Fadel Muhammad)
Editor : Meitika Candra Lantiva