RADAR JOGJA - Kabar duka menyelimuti dunia seni pedalangan dan keluarga besar Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta atas berpulangnya Dr. Ir. Warsina Hardjadarsana, M.Si.
Pria yang lebih dikenal dengan nama panggung Ki Warseno Slank meninggal dunia pada hari Kamis Pon, 12 Desember 2024, pukul 04.15 WIB.
Pria asal Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah itu menghembuskan nafas terakhirnya saat menjalani perawatan medis di RS PKU Muhammadiyah Surakarta.
Belakangan Ki Warseno kerap mengeluhkan penyakit sesak nafas. Dia diketahui memiliki riwayat penyakit jantung.
Ki Warseno Slank merupakan seniman yang dikenal luas di dunia pedalangan, serta adik kandung dari dalang legendaris Ki Anom Suroto.
Ki Warseno memiliki gaya unik dalam menampilkan pementasannya, yaitu mengkolaborasikan berbagai musik etnis dan Barat dan banyak melakukan eksperimen kreatif dengan memadukan beberapa aliran musik seperti rock, punk, rap yang dipadukan dengan gamelan, sehingga menghasilkan musik gamelan kolaboratif yang digandrungi kawula muda.
Namun, pada akhirnya memilih untuk mengembalikan pakeliran wayang pada proporsi sebagaimana aslinya.
Mendirikan sebuah Stasiun Radio Suara Slank serta mengadakan pementasan wayang kulit setiap malam Sabtu Legi di rumahnya untuk mengenang hari kelahirannya dengan tajuk Setu Legen.
Ki Warseno juga dikenal sebagai akademisi yang mengabdikan dirinya di bidang pendidikan seni di UTP Surakarta.
Semasa hidup, almarhum tidak hanya aktif dalam seni pedalangan tetapi juga sering mengisi seminar dan pelatihan seni budaya di berbagai daerah.
Kepeduliannya terhadap kelestarian seni tradisional, khususnya wayang kulit, menjadi warisan tak ternilai bagi generasi muda.
Jenazah almarhum akan dimakamkan pada hari yang sama, Kamis, 12 Desember 2024, pukul 13.00 WIB di Depokan, Juwiring, Klaten.
Prosesi pemakaman akan dimulai dari rumah duka di rumah duka, Kranggan RT 02/18, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo.
Keluarga besar, kolega, dan para sahabat hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang telah banyak berkontribusi bagi dunia seni dan pendidikan.
Kepergian Ki Warseno Slank meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar, teman-teman, serta komunitas seni dan akademik.
Nama besar beliau akan selalu dikenang, baik melalui karya-karya seninya maupun dedikasi yang diberikan kepada masyarakat dan mahasiswa-mahasiswanya.
Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Selamat jalan, Ki Warseno Slank. Karya dan pengabdianmu terhadap seni akan terus hidup di hati banyak orang. (Amrina Rosyada)