Sejak SMP, Dika sudah menunjukkan minatnya pada mobil. Ia belajar software 3D modeling dan mengasah pengetahuannya tentang mesin dan bodi mobil dengan bekerja di berbagai bengkel.
Pada 2019, terinspirasi dari Youtube, ia membuat replika Lamborghini pertamanya dengan modal sendiri.
Dika bekerja di berbagai bengkel untuk mempelajari mesin, mengelas, dan memperbaiki bodi mobil.
Saat pandemi, ia mendapat inspirasi untuk membuat replika Lamborghini dari Youtube.
Dengan modal sendiri, Dika membeli file scan mobil Lamborghini dan membuat cetakan dari fiberglass.
Ia menggunakan mobil Mazda sebagai proyek pertamanya dan berhasil menyelesaikannya dalam satu tahun.
Pesanan mulai berdatangan, dari Sumatera hingga Amerika Serikat. Dika mematok harga Rp 350 juta untuk mengubah mobil biasa menjadi Lamborghini, dan Rp 150 juta untuk body dan interior saja.
Saat ini, Dika fokus melayani pesanan body untuk pasar luar negeri dan mengerjakan replika Lamborghini untuk film.
Editor : Bahana.