RADAR JOGJA - Kasus perundungan yang terjadi di SMA Binus International BSD, Serpong, menjadi sorotan publik setelah informasi tersebar di media sosial.
Seorang siswa menjadi korban pemukulan oleh belasan seniornya, bahkan disundut rokok, mengundang kehebohan di kalangan netizen.
Sumber utama informasi berasal dari pengguna Twitter dengan akun @BosPurwa, yang dikutip pada Selasa (20/2).
Dia mengunggah bahwa korban mengalami kekerasan fisik hingga harus dirawat di rumah sakit.
Lebih mencengangkan, pelaku perundungan diduga berasal dari keluarga publik figur, termasuk anak artis.
Perundungan terhadap korban dilaporkan telah berlangsung sejak tanggal 2 Februari 2024.
Seorang warganet yang mengetahui kejadian ini mengkonfirmasi bahwa mereka mulai merundung korban pada tanggal tersebut.
Menurut informasi yang beredar, korban enggan memberitahu keluarganya karena diancam oleh para pelaku, bahkan dengan ancaman pembunuhan.
Komentar dari akun @thata1323 mengindikasikan bahwa korban tidak berani memberi tahu keluarganya karena adiknya yang masih kelas 6 juga diancam akan dilecehkan bahkan dibunuh.
Kabar pembullyan semakin menguat ketika sebuah akun Twitter memposting foto seorang anak yang dirawat di rumah sakit sebagai dampak dari perundungan tersebut.
Akun tersebut mendesak kepolisian, khususnya kepada Pak Kapolri @ListyoSigitP dan @_poldabanten, untuk melakukan pendalaman kasus ini dan mengambil tindakan hukum.
Netizen lain memberikan kesaksian terkait tindakan perundungan yang diduga dilakukan oleh anak-anak pesohor.
Sebuah akun bahkan menyebut bahwa beberapa pelaku perundungan sudah mendapatkan skorsing hingga Drop Out (DO).
Sejumlah netizen juga mengaku mengetahui identitas beberapa pelaku, yang diklaim berasal dari keluarga artis, pengusaha, dan politisi.
Informasi mencuat bahwa seorang anak artis papan atas terlibat dalam kasus ini, namanya Ls R***, kelas 12 di Binus School Serpong.
Mereka diduga menghabisi korban tanpa ampun, disundut rokok, dan dipukuli menggunakan kayu rame-rame.
Dalam informasi yang beredar, klaim bahwa tindakan pengeroyokan terpicu oleh perilaku korban yang memancing kemarahan para pelaku.
Salah satu akun, @gummi***, menjelaskan bahwa korban merupakan anak pejabat yang pernah naik kelas dan mencari gara-gara hingga menghina salah satu ibu pelaku.
Editor : Bahana.