RADAR JOGJA – Kelompok penggiat lingkungan Pandawa Group tengah melakukan kunjungan ke Denmark.
Mereka mengikuti kegiatan studi banding belajar mengenai circural economic dan waste management terhadap pengelolaan sampah.
Sehari di Denmark mereka mengunjungi Copenhill yang ada di kota Copenhagen.
Melalui Instragram pribadinya @pandawagroup, mereka membagikan momen tersebut.
Lalu apasih Copenhill itu?
Copenhill merupakan tempat pengelolaan sampah terbaik di dunia.
Copenhill atau Amager Bakke, merupakan sebuah fasilitas yang dirancang oleh Bjarke Ingels Group sebagai respon terhadap tingginya tingkat emisi karbon yang ada di dunia.
Copenhill dibangun sebagai pembangkit listrik tenaga limbah.
Copenhill telah berhasil mengkonversi 440.000 ton sampah ataupun limbah menjadi listrik bagi 150.000 rumah yang ada di Copenhagen dan sekitarnya.
Sampah-sampah tersebut didapatkan dari masing-masing rumah di daerah Copenhagen.
Diketahui bahwa masing-masing rumah di daerah tersebut sudah menyiapkan 5-8 tong sampah dengan berbagai macam jenis sampah.
Ketersediaan tong sampah di setiap rumah tersebut, memudahkan pihak Copenhill untuk melakukan pemilahan sampah. Cara mereka dalam memilih sampah dari setiap rumah sudah terstruktur dan rapi.
Cara tersebut yang menjadi salah satu indikator kenapa Denmark menjadi salah satu negara paling bersih di dunia.
Di Copenhill, mereka mampu menampung kurang lebih 260 truk bermuatan sampah/hari, dan 560.000 ton sampah/tahun.
Sampah-sampah tersebut akan ditampung di tempat penampungan sampah yang bernama Silo.
Sampah-sampah tersebut akan diaduk menggunakan mesin capit, agar sampah lama dan sampah baru tercampur menjadi satu.
Setelah itu, sampah-sampah tersebut akan dibakar di sebuah oven yang berukuran besar dan sudah terstruktur.
Uap dari hasil pembakaran tersebut akan disaring oleh pipa-pipa penyaring.
Denmark menjadi negara terbaik dalam memproduksi uap dari limbah pembakaran sampah.
Semoga, ilmu-ilmu yang mereka dapatkan tersebut dapat diterapkan di Indonesia sebagai langkah awal bagi Indonesia untuk menjadi lebih baik dalam mengelola sampah. (Anistigfar/Radar Jogja)
Editor : Meitika Candra Lantiva