Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Soal Isu Kebocoran Data Kementerian Pertahanan, Begini Tanggapan Pakar Keamanan Siber

Bahana. • Jumat, 3 November 2023 | 22:34 WIB

 

Soal Isu Kebocoran Data Kementerian Pertahanan, Begini Tanggapan Pakar Keamanan Siber sumber gambar x @stealthmole_int
Soal Isu Kebocoran Data Kementerian Pertahanan, Begini Tanggapan Pakar Keamanan Siber sumber gambar x @stealthmole_int

RADAR JOGJA – Seorang pengguna X @stealthmole_int pada 1 november 2023 melaporkan bahwa seorang peretas atau hacker mengklaim telah berhasil meretas data dari Kementerian Pertahanan Indonesia dan memposting pesan di dark web.

Dilansir dari voi, tidak hanya itu, laporan juga menyebutkan bahwa sang hacker menawarkan untuk menjual dokumen rahasia dan sensitif situs web, serta akses admin.

Berdasarkan tangkapan layar yang dibagikan, peretas mengaku bahwa server tersebut berisi sekitar 1,64 TB data.

“Sebagai bukti, hacker tersebut membagikan tangkapan layar dan menegaskan bahwa server tersebut berisi sekitar 1,64 TB data. Analisis dari tangkapan layar tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa hacker mengakses situs web tersebut,” tulis akun tersebut.

Akun tersebut juga mengatakan bahwa salah satu skenario yang mungkin terjadi adalah menggunakan malware Stealer.

Setidaknya, ada sekitar 1.484 kredensial terkait Kementerian Pertahanan terekspos di web gelap akibat malware Stealer.

Menanggapi dugaan kebocoran data ini, Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi mengatakan bahwa itu hanyalah isu belaka, dan tidak ada kebocoran yang terjadi.

“Enggak (kebocoran data Kemhan), itu isu – isu saja. Kebocoran apa, apa yang mau dibocorin sih. Yang ngeri kan kebocoran selingkuhan,” kata Budi sambil bergurau kepada media pada Kamis, 2 November 2023 di Kantor Kominfo, Jakarta.

Selain itu, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI, Edwin Adrian Sumantha memastikan tidak ada data sensitif atau dokumen – dokumen tahasia bocor dari peretasan terhadap lama resmi Kemhan.

Ia menyampilkan lama resmi Kemhan itu hanya memuat data – data yang sifatnya biasa dan terbuka untuk public, seperti pendaftaran komcad (komponen cadangan), siaran pers, PPID, dokumen – dokumen (softcopy) Majalah Wira, Jakuhamneg (Kebijakan Umum Pertahanan Negara).

Kemhan juga mengatakan telah menonaktifkan situs websitenya sebagai salah satu upaya pemeriksaan keamanan jaringan. Voi mendapati bahwa situs web Kemhan masih tidak dapat dibuka.

“Berkali – kali, kami telah melihat bahwa kelompok pelaku kejahatan siber saling bekerja sama, bertukar alat dan kode untuk menembus sistem atau jaringan organisasi/perusahaan,” komentar Yeo Siang Tiong, General Manager Untu Asia Tenggara di Kaspersky kepada Voi. (Juliana Belence/ RADAR JOGJA)

Editor : Bahana.
#data #kebocoran #kementerian pertahanan