Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ini Sejarah Bendera Merah-Putih, Dulu Bendera Perang Majapahit

Amin Surachmad • Rabu, 2 Agustus 2023 | 07:05 WIB
MERAH PUTIH: Warga menaiki sepeda di dekat bendera Merah-Putih di Dusun Karang, Kelurahan Jatisarono, Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo, DIY, Selasa (1/8). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
MERAH PUTIH: Warga menaiki sepeda di dekat bendera Merah-Putih di Dusun Karang, Kelurahan Jatisarono, Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo, DIY, Selasa (1/8). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

RADAR JOGJA - Agustus merupakan bulan istimewa bagi bangsa Indonesia. Sebab, pada 17 Agustus 1945, Republik Indonesia diproklamasikan sebagai negara merdeka.

Peringatan HUT Kemerdekaan RI selalu disebut antusias oleh masyarakat. Salah satunya dengan memasang bendera Merah-Putih. 

Bendera Indonesia diidentifikasi sebagai bendera negara berbentuk persegi panjang dengan ukuran lebar 2/3 (dua per tiga) dari panjang. Bagian atas berwarna merah dan bawah putih. Kedua bagian itu berukuran sama.

Bendera ini disebut merangkum nilai-nilai kepahlawanan, patriotisme, dan nasionalisme dari rakyat Indonesia.

Bendera Merah-Putih penuh makna. Dilansir dari website Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dijelaskan terkait bendera tersebut. 

Sejak zaman kerajaan berada di bumi Nusantara, bendera perang berwarna merah dan putih sudah digunakan oleh banyak kerajaan seperti Majapahit, Singasari, dan kerajaan Islam.

Penggunaan bendera berwarna merah dan putih diteruskan oleh para pejuang daerah hingga para cendekiawan dan nasionalis pada 1928. Hingga Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Sang saka Merah Putih yang dikibarkan pada saat peringatan detik-detik proklamasi adalah replika. Bendera Merah Putih yang pertama kali dikibarkan adalah bendera yang dijahit oleh Ibu Negara Fatmawati pada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945.

Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih tersebut terus dikibarkan pada upacara peringatan hari kemerdekaan Indonesia di Istana Merdeka hingga 1968. Kemudian, diganti dengan bendera replika dari bahan sutera.

Bendera replika itulah yang terus dikibarkan hingga kini. Sementara itu, Bendera Pusaka yang asli disimpan di Monumen Nasional karena sudah pudar dan rapuh.

Bendera Pusaka Sang Saka Merah-Putih diketahui pernah sengaja dibuka jahitannya. Menjadi dua bagian terpisah untuk menghindari penyitaan militer Belanda pada agresi militer Belanda 1 tahun 1947.

Saat itu, Bendera Pusaka yang dibawa oleh Husein Mutahar atas perintah Presiden Soekarno. Jahitannya dibuka dan dipisahkan bagian warna merah dan putih.

Kain itu lantas dibawa dalam dua tas yang berbeda. Dengan taktik tersebut, bendera Pusaka bisa berkibar dan kembali dengan selamat ke ibu kota Indonesia.

 

Editor : Amin Surachmad
#bendera merah putih #singosari #soekarno #majapahit #Sang saka merah putih