Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada Angin Kencang Kering di Jawa, Monsun Australia Capai Puncak Hari Ini  

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Monsun Australia Menguat, Jawa Siaga Angin Kencang Kering 3-8 November 2026. Puncak Monsun Australia Hari Ini, Waspada Angin Kencang di Pulau Jawa. (x.com)
Monsun Australia Menguat, Jawa Siaga Angin Kencang Kering 3-8 November 2026. Puncak Monsun Australia Hari Ini, Waspada Angin Kencang di Pulau Jawa. (x.com)

Advertisement

JAKARTA - Monsun Australia kembali menguat dan mencapai puncak kekuatannya pada 3 November 2026. Kondisi ini membawa dampak langsung bagi cuaca di Pulau Jawa.  

Warga di berbagai wilayah Jawa diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang yang bersifat kering. Angin tersebut dikenal dengan istilah mobat mabit atau hembusan kencang mendadak.  

Menurut pemantauan terkini, kekuatan monsun dari Australia diperkirakan masih bertahan setidaknya hingga 8 November 2026. Artinya, periode angin kencang kering ini tidak hanya berlangsung sehari.  

Advertisement

Monsun Australia merupakan pola angin musiman yang membawa udara kering dari benua Australia menuju wilayah Indonesia bagian selatan. Pada bulan November, biasanya pola ini mulai melemah seiring peralihan ke musim hujan.  

Namun tahun ini, penguatan monsun masih terasa signifikan di awal November. Hal ini menyebabkan cuaca di Jawa cenderung lebih kering dan berangin dibanding biasanya.  

Peta cuaca menunjukkan suhu di sejumlah kota besar Jawa masih tinggi. Jakarta tercatat sekitar 31 derajat Celsius, Jepara 31 derajat Celsius, dan Surabaya mencapai 32 derajat Celsius.  

Advertisement

Sementara itu, wilayah pesisir selatan seperti Cilacap menunjukkan suhu lebih rendah di angka 26 derajat Celsius. Perbedaan suhu ini ikut memengaruhi kecepatan dan arah angin.  

Angin kencang kering berpotensi menimbulkan gangguan aktivitas sehari-hari. Debu dapat beterbangan lebih mudah, terutama di daerah terbuka dan jalan raya.  

Bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, disarankan menggunakan pelindung mata dan mulut. Pengendara kendaraan juga perlu ekstra hati-hati karena hembusan angin bisa membuat kendaraan terasa tidak stabil.  

Petani dan nelayan perlu memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas. Angin kencang dapat memengaruhi stabilitas perahu kecil di laut dan mengeringkan lahan lebih cepat.  

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Angin Monsun Australia Menguat, Ancaman Gelombang Laut Tinggi di Pantai Selatan Jawa Meningkat 

Angin Monsun Australia Menguat, Ancaman Gelombang Laut Tinggi di Pantai Selatan Jawa Meningkat 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terkait dengan ancaman gelombang tinggi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer