Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PLTS Terapung Karangkates 133 MWp di Malang Capai 70 Persen, Beroperasi 2027

M
Ilustrasi Proyek pembangunan PLTS Terapung Karangkates di Waduk Sutami, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pembangkit berkapasitas 133 MWp ini diproyeksikan menjadi PLTS terapung terbesar kedua di Indonesia.
Ilustrasi Proyek pembangunan PLTS Terapung Karangkates di Waduk Sutami, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pembangkit berkapasitas 133 MWp ini diproyeksikan menjadi PLTS terapung terbesar kedua di Indonesia.

Advertisement

PLTS Terapung Terbesar Kedua RI di Malang Capai 70 Persen, Berkapasitas 133 MWp

MALANG – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur, terus menunjukkan perkembangan. Proyek pembangkit energi terbarukan berkapasitas 133 megawatt peak (MWp) tersebut telah mencapai 70 persen dari keseluruhan proses pembangunan.

PLTS Terapung Karangkates diproyeksikan menjadi pembangkit listrik tenaga surya terapung terbesar kedua di Indonesia setelah PLTS Terapung Cirata di Jawa Barat yang memiliki kapasitas 192 MWp. Kehadirannya juga akan menambah kapasitas pemanfaatan energi surya di wilayah Jawa Timur.

Advertisement

Proyek yang dikembangkan PT PLN Nusantara Power (PLN NP) ini memanfaatkan permukaan Waduk Sutami atau Waduk Karangkates sebagai lokasi pemasangan panel surya. Pemanfaatan kawasan perairan tersebut menjadi salah satu upaya mengembangkan energi bersih tanpa harus membuka lahan daratan dalam skala besar.

Progres pembangunan yang telah mencapai 70 persen menunjukkan bahwa pengerjaan proyek tersebut terus berjalan. Capaian itu bahkan dilaporkan berada sekitar 13 persen di atas target yang telah direncanakan.

Saat ini, pengerjaan difokuskan pada penyelesaian sejumlah fasilitas utama dan pendukung. Persiapan pengujian sistem kelistrikan juga menjadi bagian penting sebelum pembangkit dapat disambungkan dengan jaringan listrik.

Advertisement

PLN Nusantara Power menargetkan produksi listrik perdana dapat dimulai pada awal Desember 2026. Sementara itu, operasional pembangkit secara penuh ditargetkan berlangsung pada awal 2027 setelah seluruh tahapan pembangunan dan pengujian selesai.

Untuk mendukung penyaluran energi listrik, proyek tersebut dilengkapi jaringan transmisi bertegangan 150 kilovolt (kV). Jalur transmisi ini memiliki panjang sekitar 4,6 kilometer sirkuit dan menghubungkan fasilitas pembangkit dengan jaringan kelistrikan yang tersedia.

Pengembangan fasilitas di Gardu Induk Sutami 150 kV juga dilakukan untuk menunjang proses penyaluran listrik dari pembangkit tersebut. Infrastruktur ini diperlukan agar energi yang dihasilkan panel surya dapat terhubung dengan sistem jaringan listrik.

Dari total luas permukaan Waduk Sutami yang mencapai sekitar 1.905 hektare dalam kondisi normal, area yang dimanfaatkan untuk pemasangan panel surya mencapai sekitar 71,435 hektare. Luasan tersebut setara dengan kurang lebih 3,7 persen dari keseluruhan permukaan waduk.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Warga Padukuhan Kedungrong Kulon Progo Tak Khawatir Fenomena Byar-pet, Gunakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro

Warga Padukuhan Kedungrong Kulon Progo Tak Khawatir Fenomena Byar-pet, Gunakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro

Fenomena byar-pet atau pemadaman listrik bergilir belakangan kerap terjadi hampir merata di wilayah Indonesia. Hal ini menimbulkan keresahan warga.  Namun tidak pada warga Padukuhan Kedungrong, Kalurahan Purwoharjo, Ka

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer