Amran Murka Temukan Beras Subsidi Dioplos: Biadab! Ini Jatah Orang Miskin Dirampok

RADAR JOGJA - Praktik licik pengoplosan beras bersubsidi kembali terbongkar. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman naik pitam usai menemukan dugaan penyalahgunaan beras SPHP yang seharusnya untuk warga miskin, namun diubah menjadi beras premium untuk meraup untung besar.
Amran menyampaikan kecaman keras itu saat sidak di Toko/Rumah Beras Kayumanis, Jalan Kayumanis X, Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (28/10).
"Ini adalah biadab, tidak ada lagi kemanusiaannya. Ini adalah jatah beras untuk orang miskin, kemudian ini barang disubsidi, ini dioplos, dirampok ini. Ini biadab ini," tegas Amran.
Beras SPHP sejatinya adalah senjata pemerintah menjaga harga tetap terjangkau di tengah krisis pangan global. Beras itu dijual hanya Rp12.500 per kg dengan kemasan khusus untuk rakyat. Namun di lapangan, beras tersebut diduga dibongkar dan dikemas ulang lalu dijual sebagai beras premium Rp17.000 per kg.
Modus ini, menurut Amran, bukan sekadar merugikan negara, tapi merampas hak orang miskin dan mengkhianati kerja keras petani.
"Kita ini berjibaku tidak tidur siang malam, dimaki, dicaci maki, kita sampai teman-teman sakit untuk swasembada beras, mempertahankan pangan pada saat kondisi dunia krisis pangan, energi, dan air," ujarnya.
"Beras ini untuk saudara-saudara kita yang berada di bawah kemiskinan, desil 1, 2, 3, 4, bahkan 5. Ini sangat dibutuhkan, tetapi mereka masih bisa melakukan perampokan yang dilakukan ini,
Fakta awal yang ditemukan di lokasi cukup mencengangkan. Sekitar 600 ton beras diamankan, dan Amran menduga totalnya bisa ribuan ton.
"Yang jelas penemuan saat ini sekarang 600 ton, berarti ini ribuan ton. Ini sudah tidak sehat ini,"
"Ini kemasan khusus untuk rakyat Indonesia dan ini disubsidi. Ini dibongkar, kita jual hanya Rp12.500, dibongkar kemudian dijual Rp17.000 ke pasar,"
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




