Prioritaskan Pasokan Dalam Negeri, Pemerintah Pertahankan Harga BBM Subsidi

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah tetap berkomitmen mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi agar tidak naik. Kebijakan tersebut menjadi perhatian pemerintah di tengah ketidakpastian ekonomi dunia yang berdampak pada sektor energi.
Bahlil menyampaikan hal itu seusai mengikuti Rapat Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10). Ia menegaskan bahwa pemerintah berupaya menjaga harga BBM bersubsidi tetap terjangkau bagi masyarakat meskipun pasar minyak global mengalami perubahan.
Ia menjelaskan, harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) saat ini berada di sekitar US$92 per barel. Nilai tersebut melampaui asumsi yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yaitu sekitar US$70 per barel. Kendati demikian, pemerintah berharap harga minyak masih berada pada tingkat yang memungkinkan kebijakan subsidi BBM tetap dipertahankan.
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga menyoroti arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya Indonesia bertahan menghadapi ketidakpastian global. Ia mengatakan, arahan tersebut perlu ditindaklanjuti oleh setiap kementerian melalui pelaksanaan program yang mendukung ketahanan negara.
Terkait sektor energi, Bahlil menekankan bahwa kebutuhan domestik harus menjadi perhatian utama. Ia menyampaikan kemungkinan tidak memperpanjang kontrak ekspor gas ke negara tetangga jika kebijakan tersebut diperlukan untuk memastikan pasokan bagi masyarakat dan industri di dalam negeri.
Menurutnya, situasi global menuntut pemerintah untuk berhati-hati dalam menentukan kebijakan, termasuk dalam mengelola sumber daya energi. Ketersediaan pasokan untuk kebutuhan nasional menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan ekspor.
Pemerintah pun berupaya menjaga keseimbangan antara keterjangkauan harga BBM bersubsidi dan ketersediaan energi nasional. Komitmen tersebut disampaikan sebagai bagian dari langkah menghadapi dinamika pasar global sekaligus memastikan kebutuhan energi dalam negeri tetap menjadi prioritas.
Meski demikian, perkembangan harga minyak dunia dan kebijakan energi selanjutnya tetap perlu dicermati. Pernyataan Bahlil menegaskan arah komitmen pemerintah saat itu, sementara pelaksanaan kebijakan akan bergantung pada perkembangan kondisi energi dan kebutuhan nasional.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




