Bule Brazil Gondok, Ajari Gubernur Sumsel Padamkan Api Gambut: "Put Your Hand Here!"

BANYUASIN - Di tengah kepungan asap yang menyelimuti Sumatera Selatan, sebuah video pendek tiba-tiba merambah media sosial. Bukan soal luas lahan yang terbakar atau jumlah titik panas. Melainkan momen kecil yang terasa besar: seorang pemadam kebakaran asal Brazil, dengan nada gemas dan tangan yang terus mengarahkan, berusaha menjelaskan kepada pejabat setempat bagaimana cara memadamkan api yang tersembunyi di dalam tanah gambut.
Lokasinya di Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin. Tim dari Brazil datang membawa teknologi cairan pemadam khusus bernama Realiza Anti Chamas. Mereka sedang mendemonstrasikan cara kerja bahan tersebut di depan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Wakil Gubernur Cik Ujang. Tujuannya jelas: membantu memadamkan karhutla yang sudah berbulan-bulan mengganggu warga.
Namun kamera menangkap sesuatu yang lebih dalam. “Put your hand here, put your hand!” terdengar berkali-kali. Suara itu bukan sekadar instruksi teknis. Ada rasa frustasi yang sulit disembunyikan. Seolah sang ahli merasa harus mengulang penjelasan yang seharusnya sudah dipahami, terutama oleh mereka yang datang ke lokasi bencana.
Api di lahan gambut memang berbeda. Ia tidak selalu terlihat di permukaan. Bara bisa menjalar di bawah tanah, sulit dijangkau air biasa, dan mudah menyala kembali. Itulah mengapa cairan khusus dari Brazil diklaim sepuluh kali lebih efektif. Bahan serbuk itu dilarutkan dalam air, lalu disemprotkan agar bisa mengendap dan mematikan api dari dalam.
Di lapangan, tenaga ahli dan relawan bekerja keras. Mereka bertaruh nyawa di tengah asap tebal, suhu tinggi, dan kondisi yang melelahkan. Sementara itu, kehadiran pejabat kerap difoto, diliput, lalu menjadi konten. Publik yang menyaksikan video itu merasa ada jarak yang terlalu jauh antara mereka yang bekerja dan mereka yang datang berkunjung.
Banyak yang mengelus dada. Ada yang tertawa getir. Ada yang marah. “Malu sama seragam,” tulis salah satu komentar. Yang lain mempertanyakan, apakah kunjungan ke lokasi bencana masih sebatas formalitas? Ataukah benar-benar untuk memahami beban yang ditanggung petugas di lapangan?
Gubernur Herman Deru dan Wagub Cik Ujang memang hadir di sana. Mereka meninjau lokasi, menyerahkan bantuan, dan menyaksikan uji coba teknologi. Secara resmi, langkah itu adalah bagian dari upaya mencari solusi. Namun momen “put your hand here” justru menjadi sorotan utama. Ia membuka percakapan tentang peran pemimpin di tengah bencana.
Karhutla di Sumsel bukan isu baru. Setiap musim kemarau, api kembali muncul, asap menyelimuti kota, sekolah diliburkan, dan warga kesulitan bernapas. Teknologi dari luar negeri didatangkan. Bantuan digelontorkan. Tapi kesan bahwa sebagian pejabat hanya menjadi penonton tetap menggelayut di benak publik.
Video itu tidak menuduh siapa pun secara langsung. Ia hanya merekam fakta yang sederhana: ada orang yang datang dari jauh, membawa keahlian, dan harus bersusah payah menjelaskan dasar-dasar pekerjaan kepada orang yang seharusnya sudah mengerti. Dalam nada gemas itu, tersirat sebuah pertanyaan besar tentang keseriusan dan empati.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




