Video SPPG Dibakar Gegara Siswa Keracunan di NTB Ternyata Hoaks

RADAR JOGJA – Video sebuah bangunan yang disebut sebagai dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dibakar warga ramai beredar di media sosial. Video tersebut dikaitkan dengan kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami ratusan siswa di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dalam narasi yang beredar, warga disebut geram karena pihak pengelola SPPG dianggap tidak bertanggung jawab setelah banyak anak sekolah mengalami sakit usai menyantap makanan MBG.
Namun, informasi tersebut ternyata tidak benar. Polisi memastikan tidak ada kejadian pembakaran gedung SPPG di Desa Lendang Tampel, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, seperti yang disebut dalam unggahan tersebut. Petugas juga telah mengecek lokasi SPPG yang dikaitkan dengan video viral itu.
Video yang beredar kemudian diketahui bukan rekaman peristiwa di Lombok Tengah. Dengan demikian, rekaman pembakaran tersebut tidak dapat digunakan sebagai bukti bahwa warga NTB membakar dapur SPPG karena kecewa dengan kasus keracunan MBG.
Meski begitu, kasus dugaan keracunan yang menjadi latar munculnya narasi tersebut memang terjadi. Sebanyak 352 siswa di Kecamatan Batukliang dilaporkan mengalami sejumlah keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG pada Jumat (11/9).
Para siswa mengalami gejala seperti mual, pusing hingga muntah. Mereka kemudian mendapat penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan. Sebagian besar siswa dilaporkan sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan.
Kasus tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah, Satgas MBG dan kepolisian. Pemeriksaan dilakukan untuk mencari tahu penyebab munculnya keluhan kesehatan yang dialami para siswa.
Sampel makanan juga diperiksa untuk memastikan apakah keluhan tersebut memang berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi para siswa. Karena proses pemeriksaan masih berlangsung, penyebab pasti kejadian belum dapat disimpulkan.
SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu yang menyalurkan makanan tersebut juga menjadi perhatian. Satgas MBG NTB menyatakan operasional SPPG akan dihentikan sementara sebagai bagian dari evaluasi dan penanganan kasus. Langkah tersebut juga dilakukan untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.
Di tengah penanganan kasus tersebut, beredarnya video pembakaran dengan narasi yang tidak sesuai justru menambah kebingungan masyarakat. Apalagi kasus keracunan MBG melibatkan anak-anak sekolah sehingga informasi yang tidak benar mudah memancing kemarahan dan kekhawatiran orang tua.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




