Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Video SPPG Dibakar Gegara Siswa Keracunan di NTB Ternyata Hoaks

M
Tangkapan layar video yang beredar di TikTok dan dikaitkan dengan kasus dugaan keracunan MBG di Lombok Tengah. Video tersebut bukan rekaman pembakaran dapur SPPG di NTB (HOAKS). (Sumber: TikTok @mbojoinside)
Tangkapan layar video yang beredar di TikTok dan dikaitkan dengan kasus dugaan keracunan MBG di Lombok Tengah. Video tersebut bukan rekaman pembakaran dapur SPPG di NTB (HOAKS). (Sumber: TikTok @mbojoinside) 

Advertisement

 RADAR JOGJA – Video sebuah bangunan yang disebut sebagai dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dibakar warga ramai beredar di media sosial. Video tersebut dikaitkan dengan kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami ratusan siswa di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam narasi yang beredar, warga disebut geram karena pihak pengelola SPPG dianggap tidak bertanggung jawab setelah banyak anak sekolah mengalami sakit usai menyantap makanan MBG.

Namun, informasi tersebut ternyata tidak benar. Polisi memastikan tidak ada kejadian pembakaran gedung SPPG di Desa Lendang Tampel, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, seperti yang disebut dalam unggahan tersebut. Petugas juga telah mengecek lokasi SPPG yang dikaitkan dengan video viral itu.

Advertisement

Video yang beredar kemudian diketahui bukan rekaman peristiwa di Lombok Tengah. Dengan demikian, rekaman pembakaran tersebut tidak dapat digunakan sebagai bukti bahwa warga NTB membakar dapur SPPG karena kecewa dengan kasus keracunan MBG.

Meski begitu, kasus dugaan keracunan yang menjadi latar munculnya narasi tersebut memang terjadi. Sebanyak 352 siswa di Kecamatan Batukliang dilaporkan mengalami sejumlah keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG pada Jumat (11/9).

Advertisement

Para siswa mengalami gejala seperti mual, pusing hingga muntah. Mereka kemudian mendapat penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan. Sebagian besar siswa dilaporkan sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan.

Kasus tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah, Satgas MBG dan kepolisian. Pemeriksaan dilakukan untuk mencari tahu penyebab munculnya keluhan kesehatan yang dialami para siswa.

Sampel makanan juga diperiksa untuk memastikan apakah keluhan tersebut memang berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi para siswa. Karena proses pemeriksaan masih berlangsung, penyebab pasti kejadian belum dapat disimpulkan.

SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu yang menyalurkan makanan tersebut juga menjadi perhatian. Satgas MBG NTB menyatakan operasional SPPG akan dihentikan sementara sebagai bagian dari evaluasi dan penanganan kasus. Langkah tersebut juga dilakukan untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.

Di tengah penanganan kasus tersebut, beredarnya video pembakaran dengan narasi yang tidak sesuai justru menambah kebingungan masyarakat. Apalagi kasus keracunan MBG melibatkan anak-anak sekolah sehingga informasi yang tidak benar mudah memancing kemarahan dan kekhawatiran orang tua.

Advertisement
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pelajar Dibentengi Hoaks Berbasis Kecerdasan Buatan, Polres Kebumen Bekali Literasi AI dan Deepfake

Pelajar Dibentengi Hoaks Berbasis Kecerdasan Buatan, Polres Kebumen Bekali Literasi AI dan Deepfake

Polres Kebumen membentengi pelajar dari informasi bohong atau hoaks lewat literasi artificial intelligence (AI) atau kecedasan buatan. Hampir setipa pekan para trainer dari kepolisian datang ke sekolah berbeda untuk ..

Isu 14 Bus Massa Aksi Demo ke Jakarta Bertolak dari Kulon Progo, Polisi Pastikan Hoaks dan Belum Ada

Isu 14 Bus Massa Aksi Demo ke Jakarta Bertolak dari Kulon Progo, Polisi Pastikan Hoaks dan Belum Ada

Kepolisian Resor (Polres) Kulon Progo menegaskan informasi yang beredar di media sosial mengenai pemberangkatan 14 bus berisi ratusan massa dari Kabupaten Kulon Progo menuju Gedung DPR RI, Jakarta, tidak benar. Hingga..

Diskominfo DIY Sadari Hoaks Terus Berkeliaran di Ruang Digital, Edukasi Masyarakat Dinilai Krusial

Diskominfo DIY Sadari Hoaks Terus Berkeliaran di Ruang Digital, Edukasi Masyarakat Dinilai Krusial

Penyebaran hoaks di ruang digital masih menjadi tantangan yang terus dihadapi pemerintah di tengah meningkatnya penggunaan media sosial. Arus informasi yang bergerak tanpa mengenal batas membuat masyarakat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer