Peringatan Waisak tahun ini mengusung tema ‘aktualisasikan ajaran Buddha Dharma di dalam kehidupan sehari-hari’. Salah satunya dimaknai dengan bakti sosial (baksos) berupa pengobatan gratis. Tujuannya memberikan sebuah penguatan kepada umat Buddha dalam mengembangkan kebajikan, belas kasih, serta kesadaran sosial sebagai cerminan Buddha Dharma yang diyakini.
Wakil Ketua DPP Walubi Karuna Murdaya menyampaikan, rangkaian peringatan Tri Suci Waisak diawali pada 21 Mei dengan menggelar karya bakti di Taman Makam Pahlawan (TMP) di seluruh Indonesia. Kemudian, selama dua hari ini, 30-31 Mei ada kegiatan baksos pengobatan gratis bersama beberapa stakeholder. “Acara ini didukung oleh sekitar 200 tenaga dokter dari berbagai spesialis dan lebih dari 400 tenaga kesehatan,” ujarnya, kemarin.
Selain itu, ada sekitar 205 orang sukarelawan yang terdiri dari para mahasiswa, pemuda, dan para umat Buddha. Dia menambahkan, pengobatan ini juga bekerja sama dengan beberapa rumah sakit di Jogja, Jawa Tengah, dan Singapura. Dengan target pasien sebanyak 8.000 warga dari sekitar Borobudur dan Jawa Tengah yang membutuhkan pengobatan.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha, Kemenag RI Supriyadi menjelaskan, kegiatan ini erat kaitannya dengan tema yang diusung pada perayaan Waisak. Yang mana manusia sejatinya hidup bersama. Buddha Dharma mengajarkan kepada umatnya terkait 10 paramita. “Antara lain bagaimana kita belajar untuk memberi dengan cinta kasih dan memberi pada yang patut menerima,” ujarnya. (aya/bah) Editor : Editor Content