Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bakmi Jawa Mbah Gito, Referensi Kuliner dengan Konsep Jaman Dulu

Editor News • Jumat, 28 April 2023 | 00:51 WIB
KHAS : Warung Bakmi Jawa Mbah Gito berlokasi di Jalan Nyi Ageng Nis Nomor 9, Rejowinangun, Kotagede, Kota Jogja. (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
KHAS : Warung Bakmi Jawa Mbah Gito berlokasi di Jalan Nyi Ageng Nis Nomor 9, Rejowinangun, Kotagede, Kota Jogja. (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA – Menikmati liburan di Jogjakarta, tak ada salahnya untuk mencoba referensi kuliner bakmi Jawa yang satu ini. Bakmi Jawa Mbah Gito namanya, berlokasi di Jalan Nyi Ageng Nis Nomor 9, Rejowinangun, Kotagede, Kota Jogja.

Begitu masuk, pengunjung akan disambut dengan interior ruangan yang unik khas tempo dulu. Warung Bakmi Jawa Mbah Gito nampak dihiasi dengan berbagai ornamen kayu. Kayu-kayu disusun berdiri layaknya tiang, tetapi tidak beraturan.

Pemiliknya adalah Sugito. Gito, sapaannya, menjelaskan awalnya kayu-kayu yang digunakan pada bangunan warung bakmi miliknya merupakan bekas kandang sapi.

“Ini asli kandang sapinya milik Mbah Gito. Kandangnya bukan di sini tapi di Gunungkidul. Di sana tidak dipakai jadi dibawa ke sini. Kayunya mayoritas dari desa, dari kandang sapi dan kebon,” jelasnya ditemui di Warung Bakmi Jawa Mbah Gito, Kamis (27/4).

Photo
Photo
ENAK : Bakmi Jawa Mbah Gito. (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)

Suasana tempo dulu di Warung Bakmi Jawa Mbah Gito semakin kental dengan tampilan para pegawainya yang mengenakan pakaian adat Jawa lurik. Ini sebagai salah satu wujud Gito dalam melestarikan budaya Jawa.

Gito terbilang bukan pemain baru dalam dunia kuliner di Jogjakarta utamanya bakmi Jawa. Dia telah merintis usaha kuliner bakmi Jawa sejak tahun 1970.

Berkat ketekunan dan konsistensinya, Gito akhirnya berhasil mengembangkan usahanya sejak 2008 hingga saat ini. Puluhan karyawan juga telah dia berdayakan untuk membantu opersional warung bakmi Jawanya.

“Tapi buka tidak langsung laku. Jadi 2008 buka, 2013 baru laku. Lima tahun gali lubang tutup lubang. Terkadang yang datang hanya satu dua orang dan buka sampai jam 1 malam,” katanya.

Gito menuturkan menu paling laris di warungnya adalah bakmi Jawa goreng dan godog. Selain itu ada juga menu-menu lainnya seperti capcay, rica-rica, hingga nasi goreng.

Untuk mempertahankan cita rasanya, Gito konsisten menggunakan telur bebek dan suwiran ayam kampung sebagai campuran. Uniknya lagi menu nasi goreng juga menggunakan campuran nasi merah.

“Untuk menu minumannya tersedia teh poci, wedang uwuh, wedang jahe, dan minuman lainnya,” ujarnya.

Salah satu pembeli asal Jakarta Maria Soendari mengaku ini merupakan tahun kedua baginya mampir ke Bakmi Mbah Gito. Dia memesan berbagai menu, diantaranya bakmi goreng, bakmi godog, dan nasi goreng.

Menurutnya, bakmi yang disajikan memiliki tingkat kematangan yang pas. Sementara dari bumbu juga terbilang kuat, campuran antara cita rasa gurih asin dan sedikit manis. Dia mengaku mengetahui Bakmi Mbah Gito dari rekomendasi teman-temannya dan dari media sosial.

“Rasanya enak banget. apalagi ada acar, rawit. Suasananya saya senang. Dari awal datang sudah minta difoto karena ini unik. Tidak tempat lain yang seperti ini. Ada tulisan-tulisan yang menarik,” katanya. (isa/dwi) Editor : Editor News
#Bakmi Jawa Jogjakarta #kuliner Bakmi Jawa #Bakmi Jawa Mbah Gito