"Tujuan pembangunan ruas, mengembangkan konektivitas KSPN Prambanan-Gunung Api purba- KSPN karst Gunungkidul. Meningkatkan pertumbuhan dan bangkitan ekonomi masyarakat di sekitar," ujar Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIJ Anna Rina Herbranti.
Pembangunan ruas yang terdiri dari lima segmen ini juga digadang-gadang menjadi jalur alternatif Jogja-Piyungan-Wonosari. Anna menyebut kondisi saat ini volume lalu lintas sudah padat sehingga perlu jalur alternatif.
"Sudah sangat padat sehingga rawan kecelakaan juga. Selain itu juga mengurangi waktu tempuh dari Jogja ke Wonosari,'' ujarnya.
Pembangunan dimulai 2021 dengan dilaksanakan pembangunan jalan dan jembatan di segmen I sepanjang 1,90 kilometer. Dan di segmen V sepanjang 1,375 kilometer.
Kemudian tahun 2022 dilanjutkan pembangunan jalan dan jembatan di segmen IV sepanjang 3,40 kilometer. Selanjutnya, tahun 2023 akan dilanjutkan pembangunan jalan dan jembatan di segmen II sepanjang 1,85 kilometer dan segmen III sepanjang 0,975 kilometer. "Tahun 2023 segmen II dan III panjang 2,85 kilometer selesai bulan Desember," imbuhnya.
Kepala Dinas Pariwisata DIJ Singgih Raharjo mengatakan pembangunan ruas sebagai salah satu upaya pengembangan kawasan Gunungkidul bagian utara. Sehingga ada pemerataan pembangunan dan mengurangi ketimpangan wilayah.
"Dengan dibukanya trase ini, diharapkan mobilitas yang semakin mudah akan memacu pergerakan roda perekonomian di kawasan-kawasan ini," ujarnya. (lan/bah)
Foto : Elang Kharisma Dewangga Editor : Editor Content