Sumeh sebagai pemilik warung menjelaskan awal mula nama Pecel Senggol. Penyebab utama karena warung pecelnya terbilang sempit. Hal ini menjadikan para pembeli harus bersenggolan dengan pembeli lainnya.
Satu porsi pecel Bu Sumeh berisi nasi dan sayuran rebus diantara bayam, wortel, kubis, kacang panjang, dan toge. Lalu, semuanya disiram dengan saus kacang yang bercita rasa manis, gurih, dan sedikit pedas.
Beberapa menu sate juga tersedia untuk melengkapi kenikmatan satu piring nasi pecel. Ada sate telur puyuh, sate ati ayam, sate bakso, dan sate babat.
“Ada menu gorengan juga, bakwan, tempe, tahu, gembus, macam-macam,” jelas Sumeh, Senin (5/12).
Dalam satu hari puluhan porsi nasi pecel Bu Sumeh ludes terjual. Satu porsinya dibanderol dengan harga mulai dari Rp 8 ribu. Selain nasi pecel, di sini juga ada sajian gudeg yang bisa dinikmati.
Lita, salah satu pembeli asal Surabaya mengaku memesan satu porsi pecel dan gudeg. Lengkap dengan sate telur puyuh, krecek, tahu, dan gorengan.
Menurutnya, rasa gudeg dan pecel Bu Sumeh sangat pas di lidah. Harganya juga terbilang ramah di kantong. Dia bahkan mengaku turut merekomendasikan kuliner ini ke rekannya.
"Tadi pesan gudeg dan pecel. Rasanya enak banget, kebetulan saya kerja di Surabaya, rasanya beda dengan pecel dan gudeg yang ada di Surabaya. Jadi, lebih khas Jogja," katanya. (isa/dwi) Editor : Editor News