Kegiatan ini merupakan program dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah yang bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kabupaten Magelang. Untuk mendapatkan sayur gratis, masyarakat hanya perlu membawa kartu identitas diri, baik KTP, SIM, maupun lainnya. Setelah didata, barulah mereka mendapat satu paket sayur-mayur yang berisi selada, tomat, terong, kubis, sawi putih, sawi sendok, loncang, dan sledri.
Perwakilan Asosiasi Pasar Tani (Aspartan) Kabupaten Magelang Sudarno mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Distanpangan Kabupaten Magelang untuk menyalurkan hasil pertanian, khususnya sayur-mayur.
Lantaran saat ini, harga sayur dari petani terutama kubis, brokoli, terong, selada, tomat, maupun lainnya terbilang rendah. Bagi mereka, harga tersebut tidak memberikan keuntungan.
Harga tomat dan kubis, kata dia, satu kilo hanya dibanderol Rp 1 ribu. Untuk itu, Distanpangan Kabupaten Magelang membeli produk hasil para petani dan diberikan kepada masyarakat. Seperti sopir becak, andong, ojek online (ojol), dan masyarakat secara umum. “Untuk kegiatan ini, ada 600 paket. Ini baru tahap pertama ada 200 paket. Tahap selanjutnya kami mengikuti instruksi dari distanpangan,” bebernya usai membagikan sayur, kemarin.
Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Distanpangan Kabupaten Magelang Ade Sri Kuncoro Kusumaningtiyas menyebut, pihaknya mendapat dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) Provinsi Jateng sebanyak Rp 15 juta. Pihak provinsi berharap agar dana tersebut bisa mengawal saat harga sayuran anjlok.
Terlebih, momentum pembagian sayur gratis ini dibarengi dengan adanya kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Sehingga distanpangan menyalurkan bantuannya dalam bentuk sayuran. “Harga sayuran turun ini karena permintaan kurang, tapi panennya berlebih. Sehingga harganya di bawah rata-rata dari biasanya,” jelasnya.
Dia menyebut, satu paket sayuran dialokasikan sebanyak Rp 25 ribu. Lantaran tahap pertama baru dibagikan sebanyak 200 paket atau senilai Rp 5 juta, masih ada sisa Rp 10 juta. Sisa tersebut akan kembali digunakan untuk membagi paket sayuran gratis, yang rencananya akan dibagi pada 17 Oktober mendatang.
Seorang warga Borobudur Maslikah mengaku senang karena telah mendapat sayur gratis. Dia cukup menunjukkan KTP dan bisa membawa pulang sayur. “Alhamdulillah senang bisa dapat. Rencananya mau diolah untuk makan,” ujarnya semringah.
Begitu pula yang dirasakan oleh Novita, warga Mertoyudan. Dia merasa terbantu dengan adanya pembagian sayur gratis ini. Setidaknya, dapat mengurangi kebutuhan belanja sayur untuk beberapa hari ke depan. Terlebih, banyak kebutuhan pokok yang harganya melambung tinggi. (aya/bah) Editor : Editor Content