Kambing guling dihadirkan dengan konsep memberi kesan istimewa kepada pemesan. Belum lagi, tren masyarakat sekarang mulai banyak yang memilih menu makanan berbahan daging. Sehingga, Win menganggap kuliner bisnis kambing guling dinilai cocok menjawab perilaku masyarakat saat ini. “Prospek ke depan orang kan maunya makan sambil dimanja Seperti ala-ala sultan gitu. Kambing guling salah satunya,” kata dia, Selasa (26/7).
Untuk satu paket kambing guling dibanderol mulai harga Rp 2,5 juta. Paket ini bisa berlaku untuk 50 orang. Setiap kali dapat pesanan ia biasa dibantu lima pekerja dengan tugas masing-masing. “Standar untuk 50 orang, itu sudah dihadirkan ke tempat termasuk plus ada nasi dan pelengkap lain,” terangnya.
Ia menjelaskan, berbicara kambing guling tidak terlepas dari makanan khas timur tengah. Sebab, kata Win, masyarakat disana gemar mengkonsumsi daging panggang seperti halnya kambing guling. “Tren menu khas timur tengah sekarang mulai banyak diminati. Dari situlah saya menganggap ini faktor peluang,” jelasnya.
Win mulai merintis usaha ini sejak 2017 silam. Dimulai dari bisnis jasa akikah hingga mampu menemukan peluang bisnis kuliner ala timur tengah. Kambing guling dihadirkan sebagai pelengkap menu. “Semakin daerah maju sejalan jasa akikah dan kambing guling dibutuhkan. Masa iya orang kota mau ribet ngurusi kambing,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia harus lebih selektif dalam hal pemilihan kambing. Ini dilakukan untuk menjaga cita rasa dan menghilangkan aroma bau. Biasanya kambing dipilih yang berusia antara enam bulan sampai sembilan bulan. Bobot pun sudah ditentukan yakni berkisar 20-30 kilogram. “Yang jelas kambing muda. Lihat usia juga karena bisa pengaruhi rasa. Jenisnya sih bebas mau apa aja yang penting gemuk dan tidak berlemak,” jelas Win.
Ramadan, bagi Win merupakan ladang bisnis yang cukup menjanjikan. Dalam satu pekan saja ia menerima pesanan sekitar lima ekor kambing. Rerata para pemesan dari kalangan kantor, sekolah hingga momentum reuni. Selain di Kebumen, kambing guling buatannya juga kerap dipesan orang luar daerah. “Ayam bakar kan sudah biasa. Kambing guling suasana beda, ini tinggal makan sambil ngobrol santai,” ucapnya. (fid/pra) Editor : Editor Content