Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Danau Merah, Fenomena Baru di Bego Pendem Srumbung

Editor News • Sabtu, 16 April 2022 | 23:26 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Air sungai Bebeng tepatnya di Dam Bego Pendem mendadak viral karena berwarna merah. Fenomena tersebut akhirnya mengundang banyak orang dari berbagai daerah. Hingga akhirnya mendatangi bekas tambang galian C tersebut beberapa hari terakhir.

Hal itu dilakukan sekadar membuktikan fenomena danau merah yang berada di Dusun Kemiren, Srumbung, Kabupaten Magelang benar adanya. Mistis atau logis.

Salah seorang warga Srumbung Magelang Ema Oktaviani membenarkan fenomena tersebut. Dia menuturkan, awalnya dirinya tidak tahu kalau ada fenomena danau merah disekitar lokasi bekas tambang Merapi itu. Ema baru mengetahui setelah banyak orang bercerita di sekitar warung miliknya yang berada di bawah tambang.

“Saya taunya malah satu hari kemudian, saat orang-orang dari mana-mana datang pingin liat danau merah di area dam bego pendem. Baru saya naik membuktikan sendiri,” katanya Jumat (15/5).

Ema menceritakan fenomena danau merah awalanya merupakan tumbuhan yang muncul memenuhi area Dam Bego Pendem atau dam sisi atas. Selanjutnya berkembang dan terbawa arus turun ke Dam Tingkir yang berada di bawahnya. Karena air tidak terlalu mengalir deras maka tumbuhan cepat berkembang memenuhi genangan air yang mirip waduk itu.

“Saat ini sebagian sudah mulai turun lagi terbawa arus kebawah masuk ke Dam Kelapa,” katanya.

Dia mengaku tidak tahu secara pasti tentang jenis tumbuhan tersebut. Apakah jenis alga, ganggang atau jamur. Dia hanya menceritakan kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi.

“Selama lima tahun saya berjualan disini baru kali ini ada,” ujarnya.

Senada dengan Ema, salah seorang sopir truk pasir Srumbung yang akrab disapa Mbek mengatakan fenomena danau yang dipenuhi tumbuhan berwarna merah itu baru pertama kali dilihatnya.

Namun demikian, dia tidak mengira fenomena tersebut saat ini jadi viral di media sosial. Saat ditemui, Mbek mengaku tidak sepenuhnya memperhatikan perkembangan tumbuhan tersebut.

“Selama disini, malah tidak terlalu memperhatikan. Saya kira ya biasa saja kaya lumut gitu,” tuturnya.

Belum ada penelitian lebih lanjut tentang tumbuhan tersebut. Sejauh ini hanya dibiarkan saja oleh warga sekitar dan para penambang pasir disana. Sehingga dalam waktu cepat tumbuhan ini berkembang memenuhi area danau buatan bekas tambang pasir itu.

“Bila ada aliran deras dari atas, ya buyar terbawa arus,” katanya. (naf/dwi) Editor : Editor News
#Sungai Bebeng #Dam Bego Pendem #fenomena sungai merah #Sungai Merah Bebeng