Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIJ Budiharto mengakui kondisi ini belum se-stabil sebelum pandemi Covid-19. Hanya saja dibandingkan awal pandemi sudah lebih membaik. Ini karena nominal yang disiagakan selalu meningkat sejak 2020.
"Tahun ini bagaimana saya sampaikan 2022 siapkan sebesar Rp. 4,255 triliun atau ini meningkat 4 persen dibandingkan 2021 atau Rp. 4,099 triliun. Memang belum kembali normal tapi perkembangan tahun ke tahun meningkat," jelasnya ditemui di Kantor Bank Indonesia Jogjakarta, Selasa (12/4).
Nominal ini, lanjutnya, juga untuk memenuhi layanan perbankan. Mulai dari kebutuhan anjungan tunai mandiri (ATM) dan penukaran uang kecil. Tercatat sebanyak 48 kantor perbankan yang siaga selama Ramadan dan Idul Fitri.
Pelayanan berlangsung berlangsung setiap harinya. Waktu libur pelayanan perbankan hanya pada 2 dan 3 Mei 2022. Sementara khusus untuk penukaran uang juga tersedia 5 titik jasa kas keliling.
"Untuk mobil kas keliling tersedia di depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Pasar Beringharjo, Parkir Superindo jalan Parangtritis, Jalan Bantul dan Jalan Solo," katanya.
Dengan sejumlah nominal ini, Budiarto memastikan siklus keuangan di Jogjakarta aman. Budiarto mendorong masyarakat memanfaatkan fasilitas digital. Mulai dari QRIS, kliring nasional dan Bi-Fast.
"Lebaran, kalau kita tidak butuh banget uang tunai silakan dimanfaatkan secara optimal sistem non tunai. Operasional 24 jam sekali dalam 7 hari. Untuk Bi-Fast transfer antar bank lebih murah. Biasa Rp. 6.500,- ini hanya Rp. 2.500,-," ujarnya.
Dalam kesempatan ini Budiharto juga mengimbau masyarakat menukarkan uang di konter resmi. Ini untuk menghindari peredaran uang palsu. Selain itu juga mendapatkan uang kecil sesuai nominal awal.
"Kalau tukar Rp. 3,8 juta dapatnya Rp. 3,8 juta, terhindar juga dari uang palsu karena keluar dari resmi Bank Indonesia perbankan. Lalu dapat uang hasil cetak sempurna," katanya.
Adanya fasilitas mobil kas keliling langsung diserbu warga. Seluruhnya menukar uang dalam pecahan Rp. 1.000,- hingga Rp. 20 ribu. Alasannya untuk persiapan Idul Fitri ataupun keperluan lainnya.
Salah satunya adalah Ayu Purwaningrum. Warga Wonosari, Gunungkidul ini menukarkan dengan uang pecahan Rp. 1.000,-, Rp. 2 ribu dan Rp. 5 ribu. Tujuannya untuk simpanan saat Idul Fitri tiba. Untuk kemudian dibagikan kepada sanak saudara yang datang ke kediamannya.
"Mau dibagi ke saudara. Juga untuk kembalian karena kebetulan buka warung. Ada mobil kas keliling ini membantu karena kalau di bank bisa lama banget," ujarnya. (Dwi) Editor : Editor News