Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Semua Bertema Apel, Penuh Misteri dan Teka-Teki

Editor Content • Selasa, 11 Januari 2022 | 15:11 WIB
LUKIS: Deddy PAW ketika menyelesaikan lukisan yang ia garap.(ISTIMEWA)
LUKIS: Deddy PAW ketika menyelesaikan lukisan yang ia garap.(ISTIMEWA)
RADAR JOGJA - Kebanyakan orang jika mendengar apel pasti didefinisikan sebagai buah. Namun lain halnya dengan Deddy PAW. Seniman asal Borobudur, Kabupaten Magelang ini memaknai apel sebagai sesuatu yang penuh misteri.

NAILA NIHAYAH, Magelang, Radar Jogja

Bicara soal perkembangan kesenian di Kabupaten Magelang, nama Deddy PAW tidak asing lagi di telinga masyarakat. Seniman yang lahir 18 Oktober 1963 ini memang berkontribusi besar dalam khazanah kesenian di Kabupaten Magelang. Khususnya di Borobudur.

Ia merupakan alumni Program Studi Seni Lukis, Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Dulunya, ia berkarier sebagai wartawan seni di sebuah surat kabar. Sembari melakoni pekerjaannya, Deddy menelurkan karya-karya barunya.
Terhitung sejak 2003, ia memutuskan hengkang dari dunia jurnalistik dan fokus pada lukisan. Semua lukisannya bertema 'Apel Enigmatis'. Karena pada dasarnya, ia memang terobsesi dengan apel.

Pemilihan tema itu tentu tak sembarangan. Perjalanannya panjang hingga ia menemukan tema yang cocok untuknya. Selain itu, ia butuh observasi dan literatur tinggi untuk menafsirkan apel. Bahkan, Deddy pernah ke Kota Malang, Jawa Timur, yang notabene merupakan kota apel.

Hingga ia berinisiatif membuat galeri lukisan dari apel. Apel Watoe Contemporary Art Gallery. Letaknya di Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Unik memang. Semua ornamen di dalamnya juga berbentuk apel. Tak ayal, hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Baik domestik maupun mancanegara.

Ketika berada di dalam, pengunjung akan dimanjakan dengan ornamen apel yang bergantungan. Disusun hingga membentuk deretan rapih. Pengunjung bakal betah berlama-lama di sana. Terlebih disuguhkan dengan lukisan dari beberapa seniman.

Baginya, selain rasanya yang enak, apel ternyata penuh misteri dan teka-teki. Untuk itulah, ia memilih tema 'Apel Enigmatis'. “Buah yang mengandung misteri dan teka-teki,” tandasnya.

Dalam Islam, ada kisah Adam dan Hawa. Di mana apel merupakan simbol dosa. Karena saat itu, Adam dan Hawa diturunkan ke bumi karena memakan buah apel. Dalam Alquran disebut buah Khuldi.

Sedangkan dalam mitologi Yunani, apel disimbolkan sebagai kecantikan para dewi. Selain itu, jika dirunut dari segi kesehatan, apel mengandung beta-caroten yang cukup tinggi. Pun dengan kandungan vitamin A dan C.

Selain itu, Deddy memilih apel lantaran buah ini dianggap mampu menjadi simbol nilai-nilai kemanusiaan. Seperti cinta, kasih sayang, kenikmatan, perdamaian, hingga harapan.

Kendati demikian, apel tak melulu mengandung nilai-nilai tentang kebaikan. Lelaki ini juga memandang apel bisa menjadi simbol nilai-nilai keburukan. Seperti kisah Adam dan Hawa.

Lantaran filosofi inilah, salah satu lukisannya pernah dibeli perusahaan Apple dengan harga yang tinggi. Juga dengan pengunjung dari agama Buddha.
Sebelumnya, Deddy menceritakan, galerinya pernah didatangi oleh seorang yang beragama Buddha. Ia memberikan persembahan kepada ornamen apel layaknya sesuatu yang patut dipuja.

Sepanjang kariernya sebagai seniman, Deddy telah ikut berbagai pameran di dalam maupun luar negeri. Tak hanya itu, dia pun telah menggelar pameran tunggal beberapa kali. Karya-karyanya diganjar puluhan penghargaan yang membuatnya layak menjadi salah satu seniman kebanggaan Indonesia.
Deddy banyak melahirkan lukisan-lukisan realis. Tak sedikit pula karyanya disebut sebagai hyper-realis. Persis dengan hasil fotonya.

Dalam melukis, ia tak butuh waktu lama. Baginya, dua minggu sudah cukup untuk menggoreskan kuasnya di atas kanvas. Menariknya, ia mampu melukis beberapa objek dalam waktu yang bersamaan. “Saya buat sketsanya. Jika warnanya sama, saya kerjakan bebarengan dengan lukisan lain,” paparnya.

Selain galerinya penuh dengan lukisan-lukisannya sendiri, ia juga senang membimbing seniman lain yang belum terlalu dikenal menjadi lebih percaya diri untuk berkarya. Deddy kemudian menggelar pameran lukisan tiap tahunnya untuk memfasilitasi para seniman, khususnya di wilayah Magelang dan sekitarnya.

Selain tampil segar dengan gaya realis, sejumlah karya Deddy juga dibuat dengan pendekatan grafis. Meski jelas berbeda, keduanya tetap mampu menghadirkan keindahan yang tidak menjadi sekadar penghias ruang. (laz) Editor : Editor Content
#Magelang #Jogja