Pisang diklasifikasikan sebagai buah pencuci mulut yang manis dan bisa dimakan mentah. Namun, buah pisang juga bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan seperti gorengan, rebusan, atau bahkan menjadi bahan dasar kue.
Sebagai pencuci mulut, pisang biasanya dipanen dalam kondisi 75% matang dan masih hijau atau mentah. Rasa dan nilai gizi pisang akan berubah saat matang. Pisang yang baru matang cenderung kurang manis ketimbang pisang yang matang karena patinya belum sepenuhnya terurai menjadi gula sederhana.
Pisang yang sudah matang biasanya memiliki rasa yang lebih manis dengan tekstur yang lebih lunak. Jadi, waktu konsumsinya bisa disesuaikan dengan preferensi nutrisi dan selera rasa yang diinginkan. Berikut manfaat buah pisang yang bisa didapatkan saat dikonsumsi secara teratur.
- Penambah Energi
Pisang adalah sumber energi yang lebih baik daripada minuman penambah energi. Menurut sebuah studi yang diterbitkan di PLoS ONE pada 2012 di Appalachian State University, makan dua buah pisang memberikan kalori yang cukup untuk berolahraga atau berjalan selama 30 – 60 menit. Pisang juga merupakan pilihan yang sehat sebagai penunda lapar.
2. Menjaga kesehatan jantung
Berkat kandungan potasiumnya, pisang dapat membantu sistem peredaran darah tubuh mengantarkan oksigen ke otak. Menurut National Institutes of Health, hal ini juga dapat membantu tubuh mempertahankan detak jantung yang teratur, menurunkan tekanan darah dan keseimbangan air yang tepat dalam tubuh.
3. Membantu mengatasi masalah pencernaan
Pisang berukuran sedang akan menyediakan sekitar 10 – 12% dari kebutuhan serat harian Anda. Serat larut dan tidak larut memainkan peran penting dalam kesehatan. Serat larut membantu tubuh mengendalikan kadar gula darah dan menyingkirkan zat lemak seperti kolesterol.
Pisang yang sudah matang memiliki jenis serat yang membantu memulihkan dan mempertahankan fungsi usus secara teratur. Serat tersebut adalah sumber alami untuk meningkatkan pergerakan limbah melalui usus. Untuk menghindari konstipasi, cobalah untuk makan dua buah pisang setiap hari.
4. Mengurangi nyeri saat PMS
Daripada minum obat untuk mengurangi nyeri haid, cobalah makan pisang sebagai gantinya. Pisang memiliki banyak vitamin B6. Berdasarkan beberapa penelitian National Institutes of Health's Office of Dietary Supplements, hasilnya menunjukkan bahwa vitamin B6 dapat mengurangi gejala sindrom pramenstruasi (PMS).
5. Mengatasi mabuk
Bahan-bahan alami dalam pisang juga memiliki kemampuannya untuk mengisi kembali vitamin tubuh. Karena itulah, makan pisang menjadikannya cara yang ideal untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan akibat mabuk.
Caranya adalah dengan mencampurkan pisang ke dalam blender dengan yogurt tawar dan tambahkan madu untuk mempermanis rasanya. Buahnya cenderung menenangkan perut dan madu dapat membantu mengembalikan kadar gula darah menjadi normal.
Langkah terbaik untuk menyimpannya di rumah cukup dibiarkan di atas meja dan matang pada suhu ruang. Jika ingin memperlambat proses pematangan, pisang yang hampir matang bisa disimpan ke dalam lemari es. Kulitnya memang akan berubah menjadi hitam, tapi buahnya akan tetap segar selama beberapa hari.
Buah pisang banyak disukai karena sangat mudah dikonsumsi. Selain dapat dimakan langsung sebagai camilan di sela waktu makan, pisang juga sangat lezat untuk dijadikan bahan dasar smoothies, muffin, atau cake. Namun, pastikan untuk memperhatikan tambahan pemanis, terutama jika Anda memiliki program diet khusus terkait kesehatan. (*/sky) Editor : Editor News