Dengan konsep one stop service solution, DOSS menyajikan pusat penjualan dan layanan segala merek kamera bagi para pecinta fotografi di Indonesia. DOSS Jogjakarta merupakan toko ke 3 setelah sukses di pasar Jakarta dan Makassar.
Tahir Matulatan, founder DOSS memilih Jogjakarta sebagai kota yang layak dipilih karena
Jogja kota dinamis dan banyak warga yang kreatif khususnya bidang pasar fotografi.
"Kami optimis bisnis kamera dan fotografi masih punya tempat di masyarakat, kami berani membuka cabang di Jogjakarta karena kami melihat ada pasar yang bagus di Jogja," katanya.
Tahir pun mengaku pilihan DOSS membuka cabang di banyak kota, tidak merasa takut tersaingi dengan hadirnya kamera smartphone yang dikatakan makin canggih.
"Ada pasar yang berbeda fotografi profesional dengan foto dari kamera handphone. Karena outputnya juga berbeda. Kita tidak takut tersaingi dan optimis para pecinta atau hobby dan pelaku foto profesional masih ada dan selalu update mengikuti perkembangan teknologi fotografi dan videografi," ujarnya.
Dalam Press Conference kali ini pun turut hadir secara online Kazuteru Makiyama (President Director PT. SONY Indonesia), Noriyuki Kawakubo (President Director PT. Fujifilm Indonesia), Monica Aryasetiawan (Director of Canon Business Unit PT. Datascrip), Agung Ariefiandi (Audio Visual Marketing Manager LUMIX), Suriyanto (General Manager PT. Denka Pratama Indonesia), Manoj Khemchand Vaswanu (Direktur PT. Halodata Indonesia), Benedictus Wijiadi (DJI Cunsumer Product Specialist), danJohny Hendarta (Ketua FSPI) yang memberikan selamat atas grand opening DOSS Jogjakarta.
Tahir menambahkan, “ DOSS sendiri banyak menggandeng brand terkenal seperti SONY, Canon, FUJIFILM, LUMIX, TAMRON, DJI, Insta360, Godox, Leofoto, VANGUARD, FeiyuTech, dan MOZA. Menurut Tahir bahwa trend penjualan alat-alat fotografi dan videografi masih oke walaupun awal pandemi yang dampaknya sangat terasa dengan penjualan yang sangat turun, tapi dengan adanya pandemi itu, terjadi suatu trend yang baru yang dimana mendukung penjualan fotografi dan videografi sepertinya halnya trend baru sekarang adalah Podcast, dan lebih banyaknya orang yang ingin membuat konten Youtube. Dengan begitu sangat membantu Industri fotografi dan Videografi menjadi terangkat,”tambahnya.
Tahir berharap DOSS dapat memajukan dunia fotogragi dan videografi Yogyakarta dan sekitarnya, sehingga fotografi dan videografi dapat menjadi kebutuhan hidup seluruh masyarakat Indonesia untuk generasi lebih maju. (om1/sky) Editor : Editor News